Edukasi Tentang Tumbuhan Hiperakumulator pada Tumbuhan Kangkung untuk Menghindari Mengkonsumsi Batang Kangkung dalam Jumlah Tertentu yang dapat Dimanfaatkan Menjadi Pupuk Kompos

Banyubiru, 5 Juli 2019 – Tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro Desa Banyubiru memberikan edukasi tentang tumbuhan hiperakumulator pada tumbuhan kangkung untuk menghindari mengkonsumsi batang kangkung dalam jumlah tertentu yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Hal ini karena di desa tersebut tidak sedikit yang memanfaatkan batang kangkung untuk dikonsumsi. Padahal jika mengkonsumsi kangkung terlalu banyak akan menimbulkan efek samping seperti dapat memicu kelelahan dan mengantuk.

“Kangkung itu tanaman liar. Gulma yang hidup di rawa-rawa. Karenanya banyak ulat dan lain-lain yang terkadang hidup di dalamnya,” ujarnya dalam tayangan AYO HIDUP SEHAT¬†tvOne¬†Kamis 1 Februari 2018.

Hiperakumulator adalah kemampuan tanaman menyerap logam melalui akar, kemudian diakumulasi di dalam tubuhnya untuk diolah kembali atau dibuang saat panen. Sehingga tanaman dipanen secara berkala untuk kemudian dimusnahkan.

Tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro memiliki referensi atau cara lain untuk memanfaatkan batang kangung yang ada di desa tersebut yaitu dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos. Dengan begitu konsumsi warga akan batang kangkung akan berkurang dan sampah yang tidak berguna berupa batang kangkung juga akan berkurang. Jika batang ini dimanfaatkan secara baik, maka petani kangkung akan mendapatkan efek positifnya yaitu pengeluaran pupuk kompos bisa ditekan dan digantikan dengan produk olahan mandiri yang memanfaatkan batang kangkung.