PELATIHAN PEMBUATAN ECOBRICKS SEBAGAI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI RT 01 RW 05, KELURAHAN KRAMAS, KECAMATAN TEMBALANG

SEMARANG-Sampah plastik di Indonesia menjadi sumber utama penumpukan bobot sampah, terlebih plastik diuraikan dalam waktu 1 millenium atau sekitar 1000 tahun. Maka, prinsip 3R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), dan Recycle (Mendaur ulang) selayaknya diterapkan dalam mengatasi sampah plastik. Salah satu daur ulang limbah yang saat ini populer adalah mendaur ulang botol plastik melalui ecobricks.
Perumahan Permata Tembalang,sebagai salah satu kawasan perumahan yang berada di Kelurahan Kramas Kecamatan Tembalang Kota Semarang memiliki permasalahan pengelolaan persampahan dikarenakan sistem yang terbentuk tidak berjalan dengan baik.
“Selain itu ditunjang dengan rendahnya kesadaran warganya pada pengolahan sampah. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam rangka edukasi metode ecobricks dilakukan dalam tiga tahap, meliputi tahap persiapan, tahap sosialisasi dan simulasi, serta tahap akhir,” kata Titik Istirokhatun, Ketua pengabdian di Semarang, Sabtu 22 Juni 2019.
Tahap persiapan terdiri dari pengumpulan data dan pembuatan modul ecobricks. Tahap selanjutnya terdiri dari sosialisasi, edukasi dan praktik pengolahan sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat, punya nilai tambah dan aman terhadap lingkungan dengan metode bricks serta monitoring tahap I. Tahap akhir terdiri dari pembuatan laporan akhir dan monitoring tahap II.
“Hasil dari pengabdian masyarakat adalah penurunan jumlah sampah plastik tidak terolah yang berimplikasi terhadap semakin besarnya kesadaran warga RT 01/RW V dalam pengelolaan sampah, serta dapat menjadi pilot project dan best practice pengelolaan sampah kawasan perumahan, “ ujar Titik yang selam pengabdian dibantu oleh anggota pengabdian, Winardi Dwi Nugraha.