#XPademi, Haruskah Posyandu Berhenti?X-25-B-1#

Kab. Semarang (10/7) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Pelaksana posyandu umumnya terdiri dari bidan desa sebagai penanggungjawab wilayah, dan kader kesehatan desa. Kader kesehatan desa/ kader posyandu adalah anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu secara sukarela.

Dusun sambeng merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Wonoasri, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan posyandu di dusun sambeng sudah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulannya. Kegiatan posyandu dusun sambeng biasanya dilaksanakan di Perumahan Wonoasri, dengan kader yang merupakan warga wonoasri. Ada 5 kader yang bertugas pada pelayanan posyandu di dusun sambeng dengan 1 penanggungjawan wilayah yaitu bidan desa wonoyoso ibu Harini Widayati.

Pelaksanaan Posyandu sebelum Pandemi

            “masyarakat sangat antusias sekali dengan pelaksanaan posyandu, karena mereka umumnya senang dengan pemberian vitamin secara gratis, yang menjadi unggulan kami yaitu pemberian minyak ikan sebagai suplemen, sehingga warga sangat antusias” kata ibu Harini selaku penanggungjawab wilayah.

Antusias masyarakat terhadap posyandu merupakan hal positif yang patut dipertahankan. Namun, dengan adanya pandemi covid-19 haruskah posyandu yang sudah berjalan dengan baik dihentikan? mengingat tujuan umum dari pelaksanaan posyandu adalah menunjang percepatan penurunan Angka Kematian lbu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) di Indonesia. Kemudian, jika dihentikan apakah kesehatan ibu dan anak di desa akan baik-baik saja?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 26 Maret 2020 mengeluarkan prinsip panduan kegiatan imunisasi selama pandemi covid-19 yang berisi mengenai tanya jawab pelaksanaan imunisasi selama pandemi dan menyatakan bahwa imunisasi harus dilaksanakan sebisa mungkin untuk mengurangi risiko infeksi berbagai macam penyakit dan mengurangi beban kerja layanan kesehatan di masa mendatang. Kementerian kesehatan juga menerbitkan surat edaran tentang pelayanan imunisasi pada anak selama pandemi covid-19 serta petunjuk teknis pelayanan imunisasi pada masa pandemi covid-19 yang dikeluarkan oleh kemenkes mengharuskan penyesuaian pelaksanaan posyandu dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan posyandu di wilayah kerja Puskemas Pringapus, dalam acara lokakarya kami sudah jelaskan, kemudian kami juga meminta penanggungjawab wilayah, menggerakkan kader posyandu untuk menerapkan protokol kesehatan apabila posyandu dilaksanakan”. Ujar dokter Ade Nurmaya selaku kepala Puskesmas Pringapus

Di tengah-tengah pandemi, Universitas Diponegoro menerjukan mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah seluruh Indonesia pada tanggal 5 Juli -15 Agustus 2020. Dengan adanya kebijakan mengenai pembatasan kegiatan kemasyarakatan, maka KKN periode covid-19 ini dilakukan secara individual dan dilaksanakan sesuai tempat tinggal masing-masing mahasiswa.

Posyandu di Dusun Sambeng sebelumnya sudah berhenti selama kurang lebih 3 bulan. Bulan Juni merupakan bulan pertama posyandu di Dusun Sambeng kembali dilaksanakan sebagai masa pecobaan. Ada banyak evaluasi yang harus diperbaiki salah satunya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan physical distancing dan memakai masker. Maka dari itu, Mahasiswa KKN hadir, siap membantu pelaksanaan posyandu menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di kampung halaman.