Kontroversi Periksa Gigi Selama Pandemi COVID-19, Mahasiswa Undip Beri Edukasi kepada Warga

Gianyar, Bali (17/7) – Pada minggu ke-II kegiatan KKN Tim 2 UNDIP Tahun Akademik 2019/2020 telah dilaksanakan program monodisiplin oleh Dedy Agoes Mahendra (20) mengenai Kunjungan ke Praktik Dokter Gigi di Era Pandemi COVID-19: Boleh atau Tidak?, dengan target sasaran warga Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Program ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahaman masyarakat yang masih minim tentang tatalaksana berkunjung ke praktik dokter gigi di era pandemi COVID-19. Hal ini menimbulkan kontroversi tersendiri bagi masyarakat ketika mengalami sakit gigi, “Apakah sebaiknya ditunda atau tetap periksa?”, ujar salah satu warga Desa Batubulan.

Urgensi adanya program ini yaitu tingkat kewaspadaan masyarakat akan penyebaran COVID-19 masih sangat rendah, padahal Kecamatan Sukawati telah menjadi kecamatan dengan total kasus COVID-19 tertinggi se-Kabupaten Gianyar (Dinkes, 2020). Selain itu, tingginya risiko penularan virus dalam lingkungan praktik dokter gigi dapat berdampak negatif tidak hanya bagi dokter gigi, melainkan juga bagi pasien dan keluarganya. Berkaitan dengan hal tersebut, Persatuan Dokter Gigi Indonesia mengeluarkan Surat Edaran PDGI No. 2776/PB PDGI/III-3/2020 tentang Pedoman Pelayanan Kedokteran Gigi Selama Pandemi Virus COVID-19. Namun, pedoman pelayanan bagi dokter gigi saja tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19, sehingga perlu dilengkapi dengan pemahaman masyarakat yang baik mengenai tatalaksana berkunjung ke praktik dokter gigi.

Persiapan program ini telah dimulai dari minggu pertama KKN yang diawali dengan pembuatan poster infografis dan video edukatif sebagai media penyampaian edukasi melalui grup Whatsapp. Pada Selasa (14/7), grup Whatsapp dibentuk dengan mengundang sekitar 20 orang warga Desa Batubulan usia dewasa muda. Puncak kegiatan ini yaitu pada hari Rabu (15/7) s.d. Jumat (17/7) dengan penyampaian materi utama seperti pada infografis di bawah, serta materi tambahannya yaitu cara menggunakan masker dengan benar dan cara mencuci tangan sesuai anjuran World Health Organization (WHO) guna menunjang keamanan masyarakat apabila berkunjung ke praktik dokter gigi dan dalam aktivitas sehari-hari.

Poster infografis materi utama “Kunjungan ke Praktik Dokter Gigi di Era Pandemi COVID-19: Boleh atau Tidak?”, video edukatif dapat diakses pada https://youtube/h9x9jJ1bsEk

Pada akhir penyampaian edukasi, dilakukan evaluasi menggunakan kuisioner dalam bentuk google form yang bertujuan untuk menilai sejauh mana pemahaman warga desa yang telah diberi edukasi mengenai tatalaksana berkunjung ke praktik dokter gigi di era pandemi COVID-19. Dari hasil evaluasi tersebut, warga memahami materi yang telah disampaikan dan memberi feedback yang baik kepada pelaksana kegiatan.
“Penyuluhan ini disampaikan dengan baik, video dan infografisnya benar-benar memudahkan saya untuk memahami materi yang disampaikan.”
“Nothing. You do great job! Have a good luck.”
“Saya sangat teredukasi dan menjadi lebih berhati2 setelah diberikan edukasi.”
, ujar beberapa warga desa peserta penyuluhan.

Dengan berakhirnya program ini diharapkan dapat menurunkan angka penyebaran virus COVID-19 baik di lingkungan praktik dokter gigi maupun pada tingkat Kecamatan Sukawati.

#KKNtimIIperiode2020
#p2kknundip
#lppmundip #undip
#KKNIndonesiaTimur

Penulis: Dedy Agoes Mahendra
Mahasiswa Kedokteran Gigi FK Undip 2017

Editor : Diar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *