Sulitnya Perawatan Gigi Saat Pandemi, Mahasiswa Undip Ajarkan Penanganan Alternatif Sakit Gigi Secara Online

Rembang (18/07). Per 18 Juli 2020, angka kasus Covid-19 bertambah 1752 kasus menjadi 84.882 total kasus. Dengan meningkatnya jumlah kasus baru setiap harinya, masyarakat masih perlu melakukan pembatasan kontak fisik dengan orang lain untuk mengurangi penyebaran virus corona. Di saat pandemic COVID-19 sekarang ini, masyarakat dihimbau untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan lebih produktif dari rumah.

Menurut World Health Organization (WHO) masyarakat dihimbau untuk menghindari fasilitas pelayanan kesehatan kecuali memang dalam keadaan darurat atau memiliki gejala sakit yang perlu penanganan profesional. Sakit gigi merupakan salah satu penyakit yang terkadang rasa sakitnya tidak tertahankan. Sakit pada gigi adalah salah satu gejala dari karies gigi atau lubang pada gigi. Karies gigi terjadi akibat kerusakan pada jaringan keras gigi melalui proses demineralisasi gigi akibat pengubahan karbohidrat/gula menjadi asam oleh bakteri flora normal dalam rongga mulut.

Di era pandemi COVID-19 ini masyarakat banyak yang takut dan masih ragu untuk berobat ke dokter gigi walaupun sebenarnya banyak dari mereka yang mengalami masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang, sakit gusi, ingin membuat gigi palsu dll. Klinik gigi merupakan salah satu tempat yang paling rentan terhadap penyebaran COVID-19 dengan adanya produksi droplets dan dental aerosol yang dapat menjadi media transmisi coronavirus. Tetapi saki gigi terkadang tidak tertahankan sehingga memerlukan pengobatan untuk mengatasinya. Selain itu pencegahan terhadap sakit gigi dan peningkatan kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan di new normal COVID-19 sekarang ini.

Berdasarkan observasi dan survei lapangan, masyarakat Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang banyak yang masih belum tahu bagaimana penanganan yang benar saat sakit gigi melanda. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut mungkin juga disebabkan tidak adanya tenaga profesional di bidang kesehatan gigi dan mulut. Edukasi dan sosialisasi dilakukan secara online untuk mengajarkan kepada masyarakat tentang perawatan gigi di rumah sebagai alternatif mengurangi kontak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini telah dilaksanakan setiap hari Minggu mulai tanggal 19 Juli 2020 melalui aplikasi WhatsApp dengan menggunakan video tutorial dan penjelasan secara detail. Masyarakat nantinya akan menonton video dan diberi penjelasan secara tanya jawab dengan bentuk chat dan video interaktif. Diharapkan dengan diadakannya program ini nantinya masyarakat bisa lebih melek dan peduli terhadap kesehatan rongga mulut mereka.

Video Edukasi Penanganan Masalah Gigi Saat Pandemi

Tanggapan masyarakat sangat beragam dan antusias dengan berjalannya program ini. Mereka menganggap bahwa melalui kegiatan ini bisa mendapat ilmu dan konsultasi gratis tanpa harus mengeluarkan biaya. Video yang telah dibagikan melalui link Youtube diberikan berbagai komentar positif dari masyarakat.

Antusiasme Peserta

Penulis: Shafira Nur Amalia Zulva