Mengatasi Kecemasan di Tengah Pandemi Yang Menyerang

Banjarnegoro (18/7) – Pada minggu ke II Kegiatan Tim II KKN UNDIP diisi dengan melakukan survey terkait dengan kebutuhan dan permasalahan yang terjadi pada warga Perum Bumi Gemilang, Banjarnegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Survei dilakukan dengan wawancara dan observasi lapangan. Berdasarkan hasil survei, didapatkan hasil bahwa mayoritas warga merasa cemas dan takut selama pandemi COVID-19. Walaupun saat ini telah memasuki era kebijakan New Normal, namun kecemasan yang dirasakan oleh masyarakat tetap ada.

Berkaitan dengan hal ini, sebagai bagian dari KKN UNDIP Tim II 2020, akan dilakukan psikoedukasi terkait tentang bagaimana mengatasi kecemasan yang melibatkan seluruh kalangan masyarakat di Perum Bumi Gemilang. Psikoedukasi diberikan melalui media leaflat dan/atau poster yang akan dilakukan secara door to door, dengan harapan warga dapat lebih memahami secara rinci dan bebas memberikan tanggapan serta pertanyaan. Program ini sendiri bertujuan untuk memberikan informasi kepada warga mengenai kecemasan, gejala, dampak dan bagaimana mengatasi kecemasan. Sehingga warga dapat memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasa cemas dan takut merupakan bagian dari kecemasan yang merupakan hal wajar yang pernah dialami oleh setiap manusia sebagai respon terhadap situasi yang dianggap mengancam atau membahayakan. Adanya pandemi COVID-19 tentu memicu munculnya perasaan cemas dan takut pada masyarakat, sebagaimana hasil survei yang telah dilakukan. Hal ini dapat terjadi karena situasi selama pandemi tidak dapat diprediksi dan menimbulkan banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Walaupun kecemasan merupakan hal yang wajar dan sering dialami dalam kehidupan sehari-hari, namun apabila individu tidak dapat mengatasi kecemasan yang dialami maka akan berdampak pada fisik ataupun psikis individu dan menggangu jalannya aktivitas sehari-hari.

Oleh : Hitakirana Rani

Editor : dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si., Ph, D