Siasat Ibu Rumah Tangga di Tengah Pandemi COVID-19 untuk Menciptakan Strategi Pendapatan Tambahan

Semarang (20/07/2020). Dunia seakan mengalami perubahan besar akibat munculnya virus corona secara tiba-tiba pada akhir Desember 2019. Infeksi dari virus ini disebut COVID-19  yang merupakan akronim dari Corona Virus Disease 2019. Penularan virus ini sangat cepat penularannya dan dapat menyerang semua golongan usia. Seseorang akan mengalami gejala umum seperti demam, batuk, dan sesak napas jika terinfeksi COVID-19. Akibat dari bahayanya virus ini, pemerintah langsung mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sebagai bentuk upaya pemutus mata rantai penyebaran COVID-19.  Ditetapkannya kebijakan PSBB, masyarakat Indonesia diharuskan menjalankan Work from Home dan hanya boleh keluar rumah dengan alasan yang mendesak. . Perlu diketahui, dampak yang ditimbulkan akibat munculnya virus ini bukan hanya dari segi kesehatan, namun turut mempengaruhi dari segi perekonomian. Hal ini dilihat dari proses berwirausaha menjadi terhambat akibat dari kebijakan PSBB ataupun terjadi Pemutusan Hubungan Kerja di banyak perusahaan. Untuk menanggulangi masalah ini, mahasiswi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro berinisiatif untuk membuat program pelatihan wirausaha kuliner untuk ibu rumah tangga dan remaja di RT 003, RW 001, Kelurahan Sampangan. Kegiatan pertama sudah dilaksanakan dengan melakukan survey usaha kuliner yang tepat untuk dipasarkan saat Pandemi. Setelah berdiskusi cukup banyak, kegiatan selanjutnya adalah dengan menyebarkan brosur berisi edukasi Langkah Tepat Membuka Usaha Kuliner dan 6 Prinsip Sanitasi Makanan. Penyebaran brosur yang berifat edukatif ini dapat menjadikan tambahan ilmu untuk ibu rumah tangga dan remaja yang berniat membuka usaha kuliner di tengah pandemi. Warga berharap program ini dapat terus berjalan sampai akhir dan memberika dampak yang nyata bagi ibu rumah tangga dan remaja yang terdampak secara ekonomi.