Home » beranda » Damandiri Lakukan Kunjungan ke Desa Tlompakan

Damandiri Lakukan Kunjungan ke Desa Tlompakan

Kunjungan dan Diskusi Pengurus DAMANDIRI Jakarta dengan Perangkat Desa Tlompakan

Demi meningkatkan informasi kepada khalayak mengenai program Damandiri yang berupa program pinjaman untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Desa ber-Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga), Damandiri melakukan kunjungan serta sosialisasi ke beberapa daerah, salah satunya yaitu Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dengan didampingi oleh salah satu dosen KKN Universitas Diponegoro, Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes, perwakilan dari pengurus Damandiri Pusat tiba di balai desa Tlompakan pada hari Selasa, 5 April 2016,tepat pukul 11:00 WIB. Acara diawali oleh sambutan dari Bapak Sunardi, selaku kepala desa Tlompakan, kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Ibu Dwi Kadarwati, selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Adapun yang hadir dan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu kader Posdaya dari desa Tlompakan serta beberapa mahasiswa KKN Tematik periode April 2016 Universitas Diponegoro. Setelah sambutan usai, acara inti dari kunjungan tersebut adalah pemaparan dan diskusi oleh Bapak Firdaus selaku sekretaris Damadiri Pusat, dengan moderator Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes.

Suasana Diskusi dan Kunjungan dari Pengurus DAMANDIRI ke Desa Tlompakan

Dalam diskusi tersebut, beberapa kader posdaya dari keempat pilar menyampaikan kendala yang terjadi di Desa Tlompakan terkait dengan pelaksanaan Posdaya Tunas Manunggal, khususnya kendala yang terjadi dalam pemasaran UMKM. Kendala tersebut berupa ketiadaan sumber modal untuk pemasaran produk UMKM, dimana warga belum memahami teknik pemasaran produk sehingga produk yang dihasilkan oleh masyarakat hanya ditawarkan kepada orang-orang terdekat. Selain itu, warga juga terkendala pada alur rancangan biaya untuk mengurus pencairan modal UMKM pada suatu instansi atau bank tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, Bapak Firdaus selaku sekretaris dari Damandiri Pusat menjawab kendala warga dengan memperkenalkan program pinjaman dana pada UMKM. Program dari Damandiri tersebut merupakan suatu bentuk bantuan untuk memajukan UMKM Posdaya Tunas Manunggal agar warga tidak mengalami kendala pada modal serta pemasaran produk UMKM. Damandiri akan mencairkan bantuan sebesar Rp 300.000.000,00 dengan bantuan koordinator sebagai pihak ketiga yaitu Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembangunan Daerah yang sebelumnya telah ditunjuk oleh pihak Damandiri. Salah satu BPD yang ditunjuk oleh Damandiri yaitu BPD Jateng, sedangkan BPR yang ditunjuk yaitu BPR Nusamba. Kedepannya, BPR Nusamba maupun BPD Jateng akan menyalurkan dana pinjaman kepada warga desa Tlompakan melalui koperasi Posdaya Tunas Manunggal sebagai wadah dari seluruh hasil produksi UMKM Desa, sehingga Damandiri tidak secara langsung memberikan biaya kepada masyarakat, melainkan melalui BPD dan BPR setempat yang bertugas untuk menyalurkan kepada masyarakat melalui koperasi Posdaya. Untuk membantu pembentukan koperasi Posdaya Tunas Manunggal, kader Posdaya Tunas Manunggal akan didampingi oleh Dinas Koperasi Kabupaten Semarang.

Di akhir acara, Bapak Sunardi menyampaikan ungkapan tentang kunjungan dan diskusi yang dihadiri oleh pengurus Damandiri Pusat. “Saya berterimakasih kepada pengurus Damandiri Pusat yang sudah hadir ke desa Tlompakan, serta saya juga sangat antusias dengan adanya program dari Damandiri yang telah dipaparkan oleh pengurus sewaktu berjalannya diskusi. Kami (re: warga desa Tlompakan) sangat berharap pada program Damandiri sebab kami hanya sebagai wong cilik yang tidak dapat berbuat banyak jika harus mengurus Posdaya tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak”. Di lain pihak, Bapak Firdaus menyatakan bahwa pengurus Damandiri Pusat akan membantu semaksimal mungkin untuk memajukan Posdaya Tunas Manunggal Desa Tlompakan. “Semoga dengan adanya koperasi Posdaya Tunas Manunggal, Damandiri dapat memajukan kehidupan serta kesejahteraan keluarga di desa Tlompakan, karena Damandiri bekerja dalam bidang sosial (berupa pencairan modal pinjaman) dan dalam bidang bisnis (pemasaran UMKM Desa), “ imbuh Pak Firdaus.