Pencegahan penyebaran hoax dalam masa pandemic COVID-19 dengan peningkatan pemahaman sanksi yang dapat ditimbulkan berdasarkan UU ITE

Jakarta (20/07/20)- KKN kali ini sedikit berbeda akibat adanya pandemic COVID-19 maka kegiatan KKN dilakukan di lingkungan rumah masing-masing. Setelah melakukan observasi, terlihat jelas peningkatan perkembangan teknologi di Indonesia, semakin meningkat pula informasi yang beredar, baik benar maupun salah.

Selama masa pandemi ini, tidak jarang kita menemukan berita hoax yang tersebar baik di media sosial atau pesan chatting. Padahal sudah ada peraturan perundang-undangan yan mengatur bahwa penyebar hoax dapat diancam pidana. Namun tetap saja kita masih mudah menemukan banyak berita bohong.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya literasi digital. Masyarakat tidak memeriksa kebenarannya sebelum menyebarkan informasi yang didapat. Minimnya pengetahuan akan adanya sanksi hukum juga merupakan salah satu penyebab yang mengakibatkan hal tersebut terjadi.

Berdasarkan observasi, mayoritas penduduk sekitar sudah menggunakan media sosial. Melalui media sosial kita dapat berbagi pesan melalui tulisan, audio maupun video. Media sosial pun memiliki aturan atau norma-norma yang harus kita taati bahkan menimbulkan akibat hukum. Media sosial menjadi ruang terbuka, yang bagi siapa saja dapat mengaksesnya. Meskipun terdapat ruang-ruang tertutup, tetapi tetap saja terdapat celah dalam mempublikasikannya. Karena apa yang kita bagikan menjadi konsumsi banyak orang dari segala umur. Akan lebih bijak kalau kita memikirkan kembali apa yang kita bagikan, memperhatikan etika ketika berbagi di media sosial.

Berdasarkan permasalahan ini, saya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan hukum atas penyebaran hoax yang terjadi di masyarakat dengan pembuatan poster yang dibagikan ke warga sekitar serta memberikan pengarahan agar mereka dapat memeriksa kebenaran berita tersebut sebelum dibagikan ke kerabat mereka.

Kegiatan ini bertujuan meminimalisir keresahan warga sekitar akibat banyaknya berita simpang siur yang tersebar luas. Selain meminimalisir keresahan yang terjadi, kegiatan ini merupakan tindakan preventif agar terhindar dari sanksi hukum yang berlaku.

Saya mengajak warga sekitar untuk memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima sebelum disebarkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara adalah; Cek Headline/Judul Berita, Cek Sumber Berita dan Cek Keseluruhan Isi Berita. Kegiatan ini dilakukan secara door to door dengan memerhatikan protokol kesehatan dan juga dilakukan secara daring.

Oleh: Aghnia Maurizka Prameswari, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Editor: Yanuar Yoga Prasetyawan, S.Hum., M.Hum.