#XBelajar Daring Lancar Berkat Inisiatif Kepala DesaX-17-A-3#

Kabupaten Semarang, 19/07/20 Perkembangan teknologi telah disiasati oleh kepala desa Gunung Tumpeng dan perangkat. Kemajuan komunikasi sudah seharusnya menjadi perhatian lebih bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak ketinggalan.

“Kita itu sudah masuk di era modern, banyak aktivitas dilakukan melalui online, saya pengen makan bakso tapi males keluar ya tinggal pesen lewat ojek online” Ungkap bapak Sutriyono selaku Kepala Desa Gunung Tumpeng.

Kemajuan inilah yang memberikan inisiatif baru kepala desa untuk memaksimalkan potensi desa melalui Badan Usaha Milik Desa. Banyaknya masyarakat desa yang sudah melek teknologi menjadikan mereka sangat tergantung oleh jaringan internet. Keadaan ini memunculkan ide untuk menyediakan koneksi internet Wifi yang dikelola oleh BUMDES.

“Awalnya memang ide dari kepala desa, kalo BUMDES lebih baik mendirikan Wifi dan nanti didistribusikan ke masyarakat yang mau berlangganan”. Pungkas Mas Muhjiyanto ketua BUMDES Lumbung Makmur .

Ide inilah yang saat ini direalisasikan oleh Desa Gunung Tumpeng, sudah setahun ini BUMDES membuka usaha penyaluran Wifi. Dimana setia rumah yang ingin berlangganan akan disalurkan oleh petugas BUMDES serta dikenakan biaya bulanan sebesar Rp. 102.000. Tidak disangka keadaan saat ini yang sedang tidak stabil akibat Pandemi Covid19 mengakibatkan proses belajar mengajar dilakukan secara online di rumah. Namun keadaan itu bukan menjadi kendala karena sudah cukup lama banyak masyarakat yang telah menjadi pelanggan, serta yang belum menjadi pelanggan dapat mendaftarkan diri dengan proses yang cepat. Jelas keadaan ini sangat membantu masyarakat salah satunya pelajar, mereka tidak mengalami kendala sinyal saat belajar daring (dalam jaringan) karena akses internet sudah terjangkau dan kualitas jaringan yang baik. Selain itu untuk usaha ini juga sudah mendapatkan ijin resmi oleh Telkom selaku penyedia jaringan.

Keberhasilan BUMDES dilihat melalui banyaknya masyarakat yang berlangganan, terbilang 19 Juli 2020 ini sudah lebih dari 60 pelanggan dan itupun masih banyak antrian untuk pemasangan. Dengan demikian msyarakat dapat terbantu dan kebijakan dari kepala desa dinilai sangat tepat kebutuhan.