Home » beranda » Pembentukan Rintisan Koperasi Posdaya Tunas Manunggal

Pembentukan Rintisan Koperasi Posdaya Tunas Manunggal

a9

Untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa Tlompakan mengenai peminjaman dana UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro melakukan rapat dengan pengurus Posdaya Tunas Manunggal guna membentuk pengurus koperasi Posdaya. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus Posdaya beserta kepala desa Tlompakan, Bapak Sunardi, berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, bertempat di posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan. Rapat perdana yang dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini menjadi suatu kesan tersendiri bagi pengurus Posdaya Tunas Manunggal. Rapat bersama pengurus Posdaya dilaksanakan dalam 2 periode. Untuk periode pertama, rapat berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, pukul 15:00 WIB, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan, sedangkan untuk periode kedua, rapat berlangsung pada hari dan jam yang sama di tanggal 15 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

            Hal yang dibahas selama berlangsungnya rapat periode pertama yaitu kendala yang ditemui pengurus Posdaya Tunas Manunggal terkait dengan adanya pembentukan rintisan koperasi Posdaya. Kendala tersebut diantaranya adalah adanya macet usaha yang dialami oleh warga yang disebabkan oleh kekurangan pasokan bahan baku. Untuk solusi dari permasalahan tersebut, berlangsung musyawarah antara mahasiswa KKN dengan pengurus Posdaya, salah satunya yaitu Ibu Dwi Kadarwati selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Beliau menuturkan, bahwasannya warga desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di wilayah RW 04 kembali diberdayakan dan diberikan pelatihan untuk mengolah jenis produk lain, dengan syarat bahan baku yang mudah ditemui dan jumlahnya tidak tergantung pada cuaca (tidak bersifat musiman). Selain itu, pengurus Posdaya Tunas Manunggal juga mengeluhkan teknik pemasaran yang belum dikuasai oleh masyarakat, menyebabkan barang yang telah diproduksi tidak dapat terjual secara optimal. Dengan adanya problema tersebut, mahasiswa KKN berupaya untuk melakukan pelabelan produk yang bertujuan agar produk memiliki identitas sehingga konsumen diharapkan lebih mengenal produk tersebut, serta pendistribusian produk di berbagai tempat wisata di kota Salatiga. Upaya tersebut juga ditambah dengan adanya pelatihan pemasaran produk secara online yang akan diajarkan oleh mahasiswa KKN. Selain permasalahan di atas, kegiatan administrasi tak luput dibahas pada rapat periode pertama, yaitu adanya usulan mengenai sistem simpan pinjam pada rintisan koperasi Posdaya yang berfungsi sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal, dimana kegiatan tersebut akan dimulai pada bulan Mei 2016, dengan simpanan wajib sebesar Rp 5.000,00 dan simpanan pokok sebesar Rp 25.000,00. Kegiatan simpan pinjam akan diawali oleh pengurus Posdaya, kemudian baru diterapkan kepada masyarakat RW 04 desa Tlompakan. Rapat periode pertama kemudian ditutup dengan kesepakatan mengenai pembentukan rintisan koperasi Posdaya berupa warung Posdaya, dengan kepengurusan sebagai berikut: Pak Gus Danial sebagai ketua, Ibu Sri Kadarwati sebagai sekretaris, Ibu Yuliani dan Ibu Riswiketi (Ibu Riris) sebagai bendahara warung Posdaya.

a10

           Selanjutnya, hal yang dibahas pada rapat periode kedua yaitu penyusunan konsep warung Posdaya dan rancangan pelaksanaan bazaar Tlompakan yang akan diadakan pada tanggal 22 Mei 2016 mulai pukul 16:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB. Warga nantinya akan diundang dalam acara bazaar Tlompakan sekaligus pameran produk berlabel warung Posdaya, dengan tujuan agar masyarakat sekitar mengenal terlebih dahulu aktivitas dan produk yang dihasilkan dari warung Posdaya sebagai bentuk rintisan koperasi Posdaya. Dengan adanya bazaar tersebut, diharapkan dapat menjadi batu loncatan dari kegiatan administrasi Posdaya Tunas Manunggal, sekaligus sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal. Selain itu, berkaitan dengan dibentuknya rintisan koperasi Posdaya, Ibu Dwi Kadarwati mengutarakan tentang keanggotaan koperasi Posdaya beserta laporan keuangan simpan pinjam. Anggota tetap koperasi Posdaya yaitu pengurus Posdaya Tunas Manunggal sebanyak 17 orang, kemudian warga RW 04 berinisiatif untuk ikut andil dalam kegiatan koperasi Posdaya, diantaranya 3 orang warga RT 01. Di lain pihak, mengenai laporan keuangan simpan pinjam, seperti yang disampaikan oleh Ibu Riris dan Ibu Yuliani, pencairan dana dilakukan dengan tempo 1 bulan dan diangsur 15 kali dengan bunga sebesar 2%, dengan jumlah uang yang terkumpul pada saat itu sebesar Rp 510.000,00. Nantinya, jumlah uang yang terkumpul diharapkan dapat meningkat seiring dengan adanya pelaksanaan bazaar Tlompakan mendatang.