Limbah Dapur Melimpah !! KKN UNDIP Sulap Sampah Jadi Ramah

Kondisi Sampah di Lingkungan RT 13

Candiroto, Kendal (19/7) – Permasalahan sampah semakin hari semakin memprihatinkan. Sumber sampah dapat berasal dari limbah rumah tangga, limbah perusahaan, dan lain sebagainya. Limbah rumah tangga menyumbang sebagian besar sampah yang ada dan biasanya berupa limbah dapur sisa dari bahan konsumsi keluarga. Limbah dapur di Kelurahan Candiroto belum dikelola dengan baik, sebagian besar warganya masih membuang sampah di lahan kosong yang ada disekitar rumah dan sebagian kecil lainnya memanfaatkan fasilitas petugas kebersihan yang bertugas mengambil sampah setiap periode tertentu. Warga yang tidak menggunakan jasa petugas kebersihan biasanya membakar semua limbah rumah tangga tanpa memilah dan memikirkan dampak di masa depan, sedangkan limbah dapur dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih ramah lingkungan, contohnya seperti pupuk.

Pupuk di masyarakat biasanya identik dengan kata ‘mahal’, namun kenyataannya pupuk dapat dijangkau dengan bekal pengetahuan dan kemauan. Mahasiswa KKN UNDIP mengajak warga Kelurahan Candiroto utamanya di lingkungan RT 13 untuk memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik. Pelaksanaan pembuatan pupuk organik dilakukan dengan praktik langsung bersama ibu-ibu rumah tangga.

Pengenalan pupuk organik MOL kepada ibu rumah tangga

Menurut ibu Lia, salah satu warga yang hadir dalam pembuatan pupuk organik mengaku bahwa kegiatan ini sangat mengedukasi terutama bagi ibu-ibu atau masyarakat secara umum dengan tingkat membaca yang dapat dikatakan rendah. Mahasiswa KKN UNDIP melaksanakan kegiatan ini dengan menerapkan protokol kesehatan karena walaupun sudah berada di era new normal penyebaran virus corona tidak dapat diprediksi keberadaannya. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak warga cuci tangan dan memakai masker terlebih dahulu, serta menjaga jarak aman selama kegiatan berlangsung.

Pupuk organik MOL dari nasi basi dan berjamur

Pupuk organik yang dipraktikkan yaitu pembuatan MOL dari nasi basi dan berjamur. MOL merupakan mikroorganisme lokal yang bermanfaat sebagai dekomposer, aktivator, inhibitor, dan nutrisi tambahan bagi tanaman. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan limbah dapur menjadi barang yang lebih bermanfaat. Mahasiswa KKN UNDIP juga mengajarkan cara pengemasan pupuk secara sederhana agar memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Oleh : Sri Murni – S1 Agroekoteknologi 2017

Editor : Lusi Nur Ardhiani, S.Psi., M.Psi.