Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Upaya Pemutusan Mata Rantai Penularan COVID-19 di Kelurahan Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes

Brebes (23/07) – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro berlangsung sejak 5 juli hingga 15 Agustus 2020 dengan mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). KKN kali ini berbeda dari yang biasanya karena dilaksanakan secara individu di masing-masing kampung halaman mahasiswa. Salah satu mahasiswi KKN UNDIP asal Brebes saat ini sedang melakukan program Bantu Upaya Pemutusan Mata Rantai Penularan COVID-19.

Sebagaimana kita ketahui, dampak COVID-19 terhadap sektor Dampak COVID-19 terhadap kesehatan sangat berbahaya dan berakibat fatal. Pada masa pandemi COVID-19 ini alat-alat kesehatan sangat langka seperti masker, hand sanitizer, dan juga APD. “Saya mencari masker kemana-mana habis, kalaupun ada harganya sangat tidak wajar” ujar Bapak Sugrat, warga Kelurahan Brebes.

Saat pandemi COVID-19 ini, pemerintah membuat beberapa kebijakan diantaranya pembatasan sosial dan menjaga pola hidup sehat supaya terhindar dari berbagai macam virus.

Salah satu perilaku menjaga pola hidup sehat yaitu dengan berjemur, mencuci tangan menggunakan sabur dengan baik dan benar, serta mengonsumsi makanan bernutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

WHO telah menganjurkan penggunaan masker oleh semua orang di tempat-tempat umum untuk menghindari paparan akan virus corona. Rekomendasi ini berbeda dengan rekomendasi WHO sebelumnya yang menyebutkan bahwa masker hanya digunakan oleh mereka yang sakit. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meminta masyarakat menggunakan masker kain 3 lapis. Sementara, masker bedah dan masker N95 hanya untuk tenaga medis. Masker kain 3 lapis disebut mempunyai efektivitas 70 persen menangkal virus.

Pada program ini, mahasiswa KKN juga membagikan masker kain 3 lapis yang tidak hanya dapat digunakan satu kali. “Saya sangat setuju dengan proker tersebut karena selain dapat menguntungkan kelurahan kami, juga dapat menyadarkan masyarakat yang belum sadar akan bahaya COVID-19” tutur Pak Teguh selaku Ketua RT saat diminta izin pelaksaan KKN.

Penulis                         : Rainuy Saninzita Afwa

Ed. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D. I.P.U.