Penyemprotan Disinfektan di Masa New Normal

Temanggung, (28/07/2020) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menerjunkan ribuan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tanggal 5 juli hingga 15 Agustus 2020. Namun pada KKN kali ini memiliki tema yang unik yaitu “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”. Hal ini berbeda dengan kegiatan KKN pada tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 mahasiswa diharapkan dapat membantu memberdayakan masyarakat yang terdampak pandemi tersebut di tempat tinggal masing-masing.

Covid-19 sudah seperti makanan sehari-hari masyarakat Indonesia saat ini, tidak terlebih juga masyarakat Temanggung. Pada saat awal merebaknya wabah ini, masyarakat bergotong-royong untuk mencegah serta membasmi virus tersebut dengan menyemprot disinfektan pada wilayah masing-masing. Sama halnya Kelurahan Giyanti yang juga menerapkan pemblokiran jalan dan penyemprotan disinfektan rutin, pada saat awal wabah ini mulai menyebar.

Seiring Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan New Normal, di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan virus yang sedang mewabah ini. Namun perlu juga memperhatikan ketentuan protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah. Masyarakat mulai lalai akan adanya pandemic ini di sekitar mereka, mulai melalaikan penyemprotan disinfektan yang seharusnya perlu dilakukan.

Saat melakukan penyemprotan disinfectan di kediaman warga

Menurut beberapa warga Kelurahan Giyanti, ada yang mulai resah dikarenakan sudah tidak adanya inisiatif dari masyarakat untuk bekerja sama mencegah wabah ini dengan menyemprotkan disinfektan dan juga di era new normal ini banyak masyarakat yang sudah mulai keluar masuk wilayah Kelurahan Giyanti, dan membuat sebagian masyarakatr merasa resah. Padahal Pemerintah melalui Menteri Kesehatan sudah menjelaskan bahwa cairan disinfektan dipercaya ampuh untuk membasmi virus Covid-19.

Oleh karena itu, sangat penting bahwa penyemprotan disinfektan perlu dilakukan secara rutin paling tidak seminggu sekali untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 di masa New Normal ini. (Andi Rizki Mubaroq / Eko Ariyanto)