“Menyulap” Ruang Kelas Menjadi Laboratorium Sains Sederhana

Senin (30/1) – Pembelajaran sains jenjang sekolah dasar selama ini dianggap membosankan karena materi yang diberikan cukup banyak dan diharuskan menghafal teori yang cukup banyak pula, serta kurangnya inovasi dalam metode pengajaran sains. Masalah semacam ini ditemukan di MI Islamiyah Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Siswa MI Islamiyah kurang antusias dan tertarik belajar sains yang menyebabkan kurangnya fokus pada saat belajar sains sehingga tidak banyak materi yang diajarkan dapat mereka serap dengan baik. Oleh karena masalah tersebut, Tim KKN Undip berinisiatif untuk “menyulap” ruang kelas VI MI Islamiyah menjadi laboratorium sains sederhana. Pembelajaran sains dilakukan secara interaktif di dalam kelas yang telah disulap menjadi laboratorium sederhana, dengan melibatkan siswa secara langsung dalam penerapan teori-teori sains yang telah diajarkan pada siswa, melalui alat peraga sederhana yang telah disediakan.

IMG_20170130_103128_HDR

 

IMG_20170130_103055_HDR

Penerapan teori sains sederhana diantaranya adalah menyusun rangkaian listrik sederhana; rangkaian seri dan paralel. Bahan yang digunakan adalah empat buah baterai, kabel dan lampu kecil, dan lakban. Siswa diajak menyusun rangkaian listrik sederhana untuk menghidupkan lampu kecil.

Percobaan lain berupa membakar balon tiup yang sebelumnya telah diisi air. Percobaan untuk melihat secara langsung sekaligus membuktikan teori perpindahan panas pada benda. Kemudian ada pula percobaan sederhana teori listrik statis menggunakan balon yang sudah ditiup lalu digosok-gosokkan pada rambut. Untuk mengamati adanya listrik statis, balon yang sudah digosokkan pada rambut didekatkan pada potongan kertas kecil, apabila kertas terangkat maka percobaan berhasil.