Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos

Gembong, (1/08). Sampah rumah tangga terutama limbah dapur seperti dedaunan banyak terbuang sia-sia. Tidak banyak yang mengetahui sampah yang seharusnya dibuang atau dibakar dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman dan menjadikan tanaman subur.

Ya, sampah yang telah didaur ulang tersebut dinamakan kompos. Kompos merupakan daur ulang dari sisa makhluk hidup, serasah, dan kotoran ternak yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan tanaman dan menambah unsur hara bagi tanah.

Kompos dapat dibuat dengan mudah dan melalui proses dekomposisi. Kompos dapat dibuat dengan melibatkan dedaunan yang mengandung banyak unsur hara terutama unsur Nitrogen (N) yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah banyaknya sampah terutama dari limbah rumah tangga yang terbuang sia-sia.

Maka dari itu, Febrianti, mahasiswa KKN Tim II Undip bersama ibu-ibu rumah tangga di Desa Gembong pada hari Senin (27/07) memanfaatkan dedaunan dan kotoran ternak yang tidak terpakai untuk membuat kompos.

Perempelan dedaunan untuk kompos

Dedaunan yang dijadikan kompos sebaiknya daun yang segar karena banyak mengandung unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.

pengambilan pukan untuk bahan kompos.
pembuatan kompos
kompos yang sudah jadi dan siap digunakan.

Kompos yang sudah jadi dicirikan dengan tektsur remah, tidak ada bau, dan warna seperti tanah. Kompos didiamkan selama 2 minggu. Dalam kegiatan ini ibu-ibu di Desa Gembong antusias mengikuti dan mendapatkan pengalamn baru dalam membuat kompos.

Penulis: Febrianti/FPP Undip

Editor : Rani Tiyas