“LAWAN CORONA! TINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DENGAN EMPON-EMPON”

KENDAL, Desa Poncorejo (25/7) – Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Kabupaten Kendal, Riska Agustina melaksanakan serangkaian acara kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan. Salah satunya yang terselenggara di Desa Poncorejo siang hari ini, bertempat di salah satu rumah warga untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi pentingnya menjaga imunitas tubuh dan pendampingan penanaman empon-empon sebagai jamu anti covid-19.

Tanaman herbal atau biasa disebut empon-empon menjadi komoditas yang banyak dicari masyarakat pasca-merebaknya virus corona di Indonesia. Tanaman rimpang ini dipercaya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas sebagai penangkal corona. Sosialisasi dan pendampingan penanaman empon-empon pertama kali dilakukan di RW 07 pada hari ini (Sabtu, 25/07/2020). Antusias dari para remaja ataupun anak-anak cukup tinggi, karena cara menanam menggunakan polybag sangatlah dasar dan mudah sehingga mudah di lakukan oleh siapapun dengan lahan yang minim sekalipun di rumah. Pada pendampingan kali ini dihadiri oleh 8 peserta termasuk anak-anak dan remaja, mahasiswa KKN tersebut terlebih dahulu mempraktekkan cara menanam empon-empon di polybag kemudian diikuti oleh para peserta, tanaman tersebut berupa sereh, jahe, dan kunyit meskipun untuk pembuatan jamu empon-empon memerlukan tumbuhan tidak hanya sereh, jahe, dan kunyit tetapi memerlukan temulawak, lengkuas, kencur dan berbagai jenis tanaman herbal lainnya.

Menanam empon-empon di polybag

Mahasiswa tersebut kemudian menjelaskan pentingnya menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal untuk melawan corona dan cara merawat tanaman agar tetap subur kepada para peserta, kemudian setiap peserta membawa masing-masing hasil tanamnya. Dengan membuat apotik hidup ini, diharapkan nantinya empon-emponan yang ditanam dapat tumbuh dengan subur dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tentunya dapat meningkatkan sistim imun pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Foto bersama anak-anak dan remaja

Editor: Lusi Nur Ardhiani