Mahasiswa UNDIP Ajak Warga untuk Hentikan Penyebaran Covid-19 dan Mengenalkan Penerapan New Normal

KENDAL, Desa Kutoharjo (1/8) – Pada minggu ke-4 pelaksanaan KKN Tim II UNDIP, mahasiswa bernama Nisa Ristadina telah melaksanakan sosialisasi program ke-1 yaitu edukasi pencegahan Covid-19 menurut WHO (World Health Organization) dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Sasaran dari program ini adalah Ibu-Ibu PKK dan Karang Taruna Kampung Pecandon RT 01/RW 04 Desa Kutoharjo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal. Program ini dilakukan karena masih banyak warga, terutama anak-anak, yang tidak memakai masker saat keluar rumah dan berinteraksi dengan warga lain. Selain itu, Karang Taruna di RT 01/RW 04 juga belum maksimal dalam menanggapi Covid-19 ini karena penyemprotan disinfektan baru dilakukan tiga kali sejak Covid-19 ini muncul. Untuk itu, mahasiswa Undip juga ingin mengajak Karang Taruna setempat untuk mengaktifkan kembali kegiatan penyemprotan disinfektan secara rutin.

Sosialisasi pencegahan Covid-19 dan pengenalan penerapan New Normal ke Ibu-Ibu PKK

Dilansir dari Kompas.com, pada 26 Juli 2020 kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 98.788 orang, hampir menyentuh angka 100.000 orang. Di Jawa Tengah sendiri kasus positif Covid-19 mencapai 8.214. Sumber data dari website corona.kendalkab.go.id per 26 Juli untuk wilayah Kendal sendiri kasus positif Covid-19 paling tinggi adalah di Kaliwungu dimana ada lebih dari 40 kasus terkonfirmasi. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan apabila masih banyak masyarakat yang menyepelekan Covid-19 karena Kaliwungu sudah menjadi zona merah.

Sehingga pada 26 Juli mahasiswa UNDIP melakukan sosialisasi mengenai edukasi pencegahan Covid-19 menurut WHO dengan gerakan #HentikanPenyebaran Covid-19 yang dihadiri oleh 14 Ibu-Ibu PKK. Disini mahasiswa menyampaikan 7 cara mencegah Covid-19 menurut WHO, yakni (1) sering cuci tangan dengan sabun, (2) hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, (3) Tutup mulut saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku, (4) hindari kerumunan dan kontak dengan orang yang sedang sakit, (5) tetap di rumah saja jika merasa tidak sehat, (6) jika mengalami demam, batuk dan sesak napas, segera berobat, dan (7) dapatkan info dari sumber terpercaya. Selain itu, mahasiswa juga mengenalkan penerapan New Normal atau tatanan hidup baru yang bertujuan untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup yang lebih bersih dan lebih sehat. Penerapan New Normal dibagi menjadi dua, yakni (1) saat keluar rumah dan kembali ke rumah. Saat keluar rumah wajib menggunakan masker, menerapkan physical distancing minimal 1 meter, dan tidak menyentuh mata, hidung dan mulut. Saat kembali ke rumah wajib cuci tangan dengan sabun, melepaskan pakaian dan letakkan pada tempat yang tertutup, serta mandi dang anti pakaian bersih. (2) saat menerima paket barang/makanan. Untuk paket barang, bungkusnya wajib disemprot menggunakan disinfektan sebelum dibuka, sedangkan untuk makanan tidak perlu menyemprotkan disinfektan pada bungkusnya tapi pindahkan makanan ke piring (tidak memakan langsung dari wadah/bungkusnya), dan setelah menyentuh bungkus paket dan makanan wajib cuci tangan dengan sabun.

Mahasiswa melakukan penyemprotan disinfektan pertama

Untuk menindak lanjuti gerakan #HentikanPenyebaran Covid-19, pada tanggal 30 Juli sebelum Hari Raya Idul Adha, dilakukan penyemprotan disinfektan pertama, yakni di Mushola, Sekolah (TK) dan rumah-rumah warga Kampung Pecandon sebagai bentuk pencegahan dari Covid-19. Pada penyemprotan ini belum melibatkan Karang Taruna karena dilakukan di siang hari dan Karang Taruna sibuk bekerja sehingga mahasiswa melakukan penyemprotan sendiri.

Mahasiswa bersama Karang Taruna melakukan penyemprotan disinfektan kedua

Selanjutnya pada 1 Agustus, dilakukan penyemprotan disinfektan kedua mahasiswa bersama Karang Taruna pada malam hari karena selain keadaan kampung sudah sepi dari jangkauan anak-anak dan warga, juga karena Karang Taruna baru free pada malam hari. Dengan adanya sosialisasi gerakan #HentikanPenyebaran Covid-19 dan penyemprotan disinfektan ini diharapkan dapat meminimalisir kasus persebaran Covid-19 di Kampung Pecandon RT 01/04 Desa Kutoharjo, Kaliwungu.

Penulis : Nisa Ristadina

Editor : Lusi Nur Ardhiani