Ujaran Kebencian Melimpah Akibat Literasi Digital Rendah?

Rembang (1/8) – Perkembangan teknologi informasi dalam bermasyarakat menciptakan pola komunikasi yang beragam. Namun, yang terjadi seiring peningkatan penggunaan media sosial tidak seluruhnya diimbangi dengan pemahaman dan etika dalam berkomunikasi. Seringkali masyarakat menggunakan media sosial untuk menyampaikan komunikasi dan informasi yang tidak etis hingga bertentangan dengan prinsip demokrasi. Dalam Negara hukum setiap perbuatan dilandaskan pada aturan berperilaku di masyarakat, tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai individu lainnya atau nilai etika sosial. Salah satu bentuk penggunaan media sosial yang bertentangan dengan etika dan hukum adalah Ujaran Kebencian. Dan Literasi Digital merupakan titik terpenting yang harus dipahami para generasi milenial untuk menjaga lingkungan media sosial di tengah maraknya ujaran kebencian di dunia maya. Literasi digital tidak sekadar menunjukkan bahwa setiap orang bisa menggunakan medsos, media-media internet lainnya, namun juga cakap dalam memanfaatkan teknologi dan perangkatnya  juga.

Maka dari itu, salah satu Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2020 mengadakan program yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terutama siswa SMA di desa Sumberjo, kecamatan Rembang, kabupaten Rembang untuk mencegah penyebaran Ujaran Kebencian melalui program “Peningkatan Literasi Digital Terhadap Ujaran Kebencian di Media Sosial Melalui Program “Room of Law” Bagi Siswa SMA” dan output dari program ini yaitu berupa modul panduan literasi digital etika bersosial media berdasarkan UU ITE terhadap Ujaran Kebencian.

pembuatan materi presentasi “Pentingnya Literasi Digital untuk Mencegah Ujaran Kebencian” berupa power point

Rangkaian program ini dilaksanakan selama 2 minggu di minggu ketiga dan keempat KKN (tanggal 18 – 31 Juli 2020). Pada minggu ketiga melakukan kegiatan berupa pembuatan materi presentasi tentang Ujaran Kebencian dan selanjutnya menyampaikan materi presentasi tersebut dengan menggunakan power point dan poster untuk mempermudah dalam memberikan penjelasan dan sosialisasi, mengenai pengertian ujaran kebencian, contoh-contoh yang ditemukan di internet, upaya pencegahan, dan aspek hukum yang mengaturnya. Dan pada minggu keempat, melakukan pembuatan output program yaitu Modul Panduan Literasi Digital Etika Bersosial Media Berdasarkan UU ITE Terhadap Ujaran Kebencian.

Dengan berakhirnya kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka perbuatan Ujaran Kebencian diantara generasi muda di Kabupaten Rembang.

oleh: Ardini Ramadhanti