Unik! Mahasiswa Undip Ajari Masyarakat Mengubah Limbah Udang Menjadi Pupuk

Muntilan, Magelang (18/7/2020) – Saat ini mahasiswa/i Universitas Diponegoro (UNDIP) sedang melaksanakan KKN yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “KKN Pulang Kampung” merupakan sistematika baru KKN akibat adanya pandemi COVID-19. Berdasarkan sistematika tersebut TIM II KKN UNDIP dilaksanakan di kawasan tempat tinggal asal mahasiswa/i. Dimulai pada minggu awal KKN hingga minggu kedua diadakan program  “Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Kulit Crustacea untuk Mendukung Program Penghijauan di Desa Balerejo Muntilan” yaitu kawasan tempat tinggal penulis.

Berdasarkan koordinasi dari beberapa masyarakat Desa Balerejo, salah satu program yang ingin dijalankan oleh masyarakat ialah penanaman pohon bernilai ekonomis untuk menambah perekonomian desa, namun apabila program penanaman tersebut dilaksanakan dikawatirkan warga kurang antusias dikarenakan biaya yang harus dikeluarkan dalam program tersebut. Permasalahan tersebutlah yang melatarbelakangi pembuatan program ini. Dengan adanya program sosialisasi pembuatan pupuk tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pengeluaran pupuk yang dibutuhkan untuk program penghijauan sehingga program penghijauan desa dapat berjalan lancar serta dapat menambah pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik. Selain itu dengan adanya program pembuatan pupuk dari limbah terutama cangkang crustacea (udang, kepiting, lobster) yang dapat dikatakan ‘baru’ dengan kandungan kitin nya yang dapat memperbaiki struktur tanah, diharapkan dapat lebih meningkatkan lagi antusiasme masyarakat dalam program tersebut, serta berhubungan pula dengan keinginan Kelurahan Muntilan untuk dapat membuat variasi pupuk organik yang dapat diproduksi sendiri.

Program sosialisasi pembuatan pupuk organik dari limbah kulit cangkang crustacea ini dilaksanakan dengan cara sosialisasi bersama ibu-ibu PKK dan secara door to door ke rumah warga. Sosialisasi ini sudah disesuaikan dengan protokol fase New Normal. Adanya program sosialisasi pembuatan pupuk kompos organik dari limbah ini juga termasuk program pemberdayaan masyarakat karena bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk berasal dari warga (jadi warga ikut bersama-sama mengumpulkan bahan) yang nantinya akan diolah bersama untuk kepentingan bersama pula yaitu untuk mengurangi pengeluaran anggaran desa untuk  pupuk. Jadi kelangsungan program ini dapat berjalan lancar dengan adanya kerja-sama atau gotong-royong dari warga desa. 

Melalui program ini masyarakat berharap mampu mengolah secara mandiri pupuk berbahan dasar organik, sehingga program desa mengenai penanaman pohon bernilai ekonomis dapat tercapai.

Penulis : Roselina Nadya Kristi Anggarini – FPIK Undip 2017

Editor : dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si., Ph.D

Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan

KKN Undip Tim 2 Kabupaten Magelang 2020