Wujudkan Percepatan Penanganan COVID-19 melalui Kepedulian Masyarakat Kelurahan Pedalangan terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang

KKN UNDIP TIM II KODYA SEMARANG 2020

KELURAHAN PEDALANGAN

Persebaran kasus COVID-19 di Jawa Tengah per hari Senin, 3 Agustus 2020 sampai dengan pukul 12.00 WIB mengalami peningkatan sejumlah 115 kasus baru positif COVID-19 sehingga total terkonfirmasi menjadi 9.954 kasus positif COVID-19 dengan 2.978 kasus dirawat, 6.083 kasus sembuh, dan 893 kasus meninggal. Data ini diperoleh melalui portal Tanggap COVID-19 Provinsi Jawa Tengah. Kota Semarang menjadi daerah sebaran kasus COVID-19 paling tinggi di Jawa Tengah. Grafik kasus positif COVID-19 di Kota Semarang dalam sepekan ini cenderung masih fluktuatif. Berdasarkan data informasi dari portal Kota Semarang Siaga Corona, kasus positif COVID-19 per hari Senin, 3 Agustus 2020 sampai dengan pukul 19.00 WIB mencapai 646 kasus meliputi 170 kasus berasal dari luar kota.

Pemerintah Kota Semarang telah berupaya mewujudkan percepatan penanganan COVID-19 di Kota Semarang, salah satunya dengan menetapkan Peraturan Walikota Semarang tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kota Semarang yang telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali. Pembatasan ini berlaku sesuai dengan Keputusan Walikota Nomor 443/612 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Keempat Pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 di Kota Semarang sejak tanggal 6 Juli 2020 sampai dengan ditetapkannya Keputusan Walikota Semarang tentang Penetapan Berakhirnya Pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kota Semarang.

Masyarakat Kota Semarang saat ini mulai kembali melakukan berbagai aktivitas di luar rumah. Penulis sebagai mahasiswa KKN telah melakukan sosialisasi mengenai pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang kepada masyarakat Kelurahan Pedalangan, seperti mahasiswa, pedagang, karyawan hingga ibu rumah tangga. Faktanya, sebagian besar masyarakat Kelurahan Pedalangan yang menerima sosialisasi masih belum mengetahui dan memahami adanya ketentuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang. Hal ini dapat menunjukkan bahwa penyebaran informasi dan edukasi mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang tidak sepenuhnya merata tersampaikan kepada masyarakat sehingga sangat diperlukan jangkauan yang lebih menyeluruh dan kerjasama dari pemerintah kota, kecamatan, kelurahan hingga tingkat RW dan RT.

Dengan berlakunya pembatasan ini, masyarakat tidak lantas dapat melakukan berbagai aktivitas di luar rumah dengan bebas layaknya kondisi normal, melainkan hanya beraktivitas jika terdapat kepentingan saja. Oleh karena itu, masyarakat juga hendaknya terlibat aktif dengan mencari tahu informasi terkait perkembangan COVID-19 termasuk pada regulasi yang saat ini sedang berlaku sebagai bentuk dukungan dan peran serta bersama Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan percepatan penanganan COVID-19 di Kota Semarang.

Yuk, cari tahu lebih detail mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang melalui link berikut ini: bit.ly/PeraturanPKMSemarang.

#WUJUDKANPERCEPATANPENANGANANCOVID19 #KOTASEMARANGBISA

Yustisiana Susila Atmaja – FH Undip 2017

Dosen Pembimbing : Ir. R.T.D. Wisnu Broto, M.T.

Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik