“Matematika Bisa Apa?”

Wates (24/07).Matematika merupakan momok dari berbagai kalangan seperti mahasiswa maupun remaja yang duduk di bangku sekolah.

Namun dari mereka jarang ada yang mengetahui penerapan dari matematika dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam beberapa waktu terakhir ini yaitu penerapan dalam covid-19. Oleh karena itu, diberikan sosialisasi untuk menambah wawasan serta menjawab pertanyaan dari pembentukan aturan serta kapan wabah ini selesai. Wates (24/07) dilakukan salah satu program utama KKN di Desa yaitu Sosialisasi Infografis yang bertemakan “Covid, Data dan Matematika” sosialisasi ini dijalankan seraca online dengan aplikasi zoom yang diikuti oleh 10 orang dengan sasaran Karang Taruna.

Sosialisasi ini menjelaskan yang pertama yaitu dari segi covid ada sejarah, 5 hal tentang covid, 5 hal yang harus dilakukan, protocol normal baru desa, perubahan istilah, sanksi pidana serta sanksi sosial yang diberlakukan di Kabupaten Kudus. Yang kedua dijelaska mengenai data yaitu pentingnya data serta dijelaskan mengenai infografis covid di Indonesia, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus.

Yang ketiga dijelaskan mengenai Matematika dalan covid-19 yaitu dengan pemodelan matematika dimana dengan adanya pemodelan matematika dapat menjawab pertanyaan “mengapa kita harus melakukan social distancing?” karena dalam pemodelan matematika khususnya penyakit covid ini dipengaruhi oleh variable peluang bertemu dengan orang (V) dan peluang tertular covid (P) dengan adanya social distancing maka dapat dikecilkan nilai dari variable P dan V ini sehingga kurva menunjukan grafik yang tidak signifikan. Selain itu, pemodelan matematika digunakan untuk mengetahui kapan selesainya covid ini dengan memberikan simulasi numerik dari kebijakan pemerintah 50% mobilitas maka tanggal 15 mei 2020 mengalami puncak pandemic. Matematika dalam covid yang kedua adalah pengoptimalan jalur pendistribusian BLT. Namun, metode ini masih belum bisa diterapkan di Desa Wates dikarenakan sistem pembagian BLT adalah dengan warga yang datang ke balai desa. Matematika dalam covid yang terakhir yang dijelaskan dalam sosialisasi adalah peramalan matematika dimana peramalan ini berfungsi untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada kebijakan pemerintah seperti dengan diramalkannya pasien positif covid-19 bulan depan maka pemerintah dapat memperkirakan kebijakan apa yang harus diambil apakah membuka tempat wisata atau malah menutupnya serta memberikan pandangan kepada sector kesehatan dapat memperkirakan jumlah pasien, alat kesehatan, logistic serta penjadwalan.

            Sekolah merupakan tempat belajar siswa, selain sebagai tempat belajar juga sebagai tempat bersosialisasi dan bermain. Adanya covid-19 ini membuat siswa kehilangan oleh salah satu fungsi sekolah maka diadakan les belajar seminggu 2x dengan adik-adik dari umur 2 tahun sampai yang paling besar yaitu smp kelas 2. Disana belajar Bahasa inggris, matematika dan belajar tugas dari guru. Selain itu diakhir sesi ada games untuk mengevaluasi pemahaman adik-adik dan diberikan modul untuk latihan dirumah. Adik-adik yang sangat antusias karena mereka mendapatkan aktivitas yang berbeda agar tidak jenuh bukan hanya bermain game dirumah terus.

Matematika bukanlah hal yang baru dikalangan anak-anak dan remaja, sejak dari usia 3 tahun seorang anak sudah dikenalkan dengan berhitung urut dari 1 sampai 10. Setelah itu dikenalkan dengan operasi dasar seharusnya matematika bukan menjadi hal yang ditakuti namun kita juga tidak bisa memaksakan orang lain untuk suka. Karena kita berbeda tidak mempunyai kesukaan yang sama akan suatu hal. Bagi orang-orang yang suka dengan matematika selamat berkarya dengan ilmu dan bagi orang yang kurang menyukai jadilah pelengkap dari perhitungan matematika di dunia akademik ini.

Nisa’atul Maulani Aulia (Matematika, Kudus Undaan)

Editor : Rani Tiyas

#kknhitsundip2020

#KKNTimIIBaliNdeso