ANGET ANGET BIKIN SLAMET

Pati, Alasdowo (4/8/2020). Berbagai cara dilakukan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 yang semakin masif terjadi di Indonesia bahkan di Kecamatan Dukuhseti yang akan berdampak pada masyarakat Desa Alasdowo.

Penyuluhan pembuatan obat herbal jahe merah sebagai cara peningkatan imunitas dalam upaya pencegahan penularan Covid-19

Muhammad Alfi Dzikron, mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2020 Kabupaten Pati memberikan penyuluhan kepada warga Desa Alasdowo dengan sasaran pemuda karang taruna sebagai salah satu langkah upaya pencegahan penularan Covid-19 di Desa Alasdowo yang dilaksanakan secara mandiri pada periode waktu 5 Juli sampai 15 Agustus 2020 dengan menyongsong tema “Pembedayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Perbulan Agustus 2020 peningkatan kasus positif Covid-19 meningkat, bahkan di Desa Kembang (sebelah utara Desa Alasdowo) sampai ada korban jiwa akibat Covid-19 yang menjadi alarm bagi warga Desa Alasdowo mengenai bahaya Covid-19. Dengan adanya kasus tersebut masyarakat Desa Alasdowo menjadi semakin sadar mengenai bahaya Covid-19, begitu pula dengan para pemuda yang cenderung cuek dengan Covid-19 ini.

Upaya pencegahan terus dilakukan dengan berbagai cara. Protokol kesehatan semakin diperketat dengan adanya kasus di Kecamatan Dukuhseti. Para pemuda yang sebelumnya merasa cuek dengan kasus penyebaran Covid-19 karena belum terdapat bukti nyata dan berfikir hanya terdapat dikota kota, kini semakin sadar dengan penerapan protokol kesehatan. Para pemuda tetap beraktifitas seperti biasanya namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Alfi sebagai pemuda dan sekaligus sebagai mahasiswa Agroekoteknologi yang sudah mendapatkan Mata Kuliah Budidaya Tanaman Obat berfikir untuk memberi penyuluhan tentang manfaat obat herbal yang dapat meningkatkan imunitas/daya tahan tubuh sebagai upaya pencegahan penularan C0vid-19. Salah satu tanaman yang dipercaya dapat meningkatkan imunitas dan memiliki banyak manfaat lainnya bagi kesehatan yaitu tanaman jahe merah. Jahe merah memiliki khasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri dan karminatif, serta memiliki rasa pedas yang dihasilkan  dari zat keton zingeron, yang lebih banyak dari jahe lain. Jahe merah juga memiliki manfaat mengurangi gejala demam dan flu, memiliki sifat antiemetik yang kuat, yaitu efektif mengurangi rasa mual, muntah, dan mengatasi mabuk perjalanan, mengurangi radang pada tenggorokan dan bisa menjadi pelega tenggorokan, dan mulai diteliti manfaat jahe merah untuk mendukung optimalisasi fungsi paru paru dan masih banyak lagi.

Pemanfaatan jahe merah dapat dilakukan dengan pembuatan obat herbal yang memiliki rasa yang enak untuk dapat dinikmati khususnya bagi para pemuda yang tidak menyukai jamu.

Jahe merah yang akan dijadikan obat herbal diiris dan digeprek untuk mengeluarkan minyak atsiri jahe dan ditambahkan serai, daun jeruk, serta gula merah untuk menambah cita rasa dari obat herbal jahe merah. Selanjutnya setelah semua bahan dicampurkan di beri air dan dimasak hingga mendidih. Obat herbal jahe merah dapat dihidangkan panas ataupun dihidangkan dingin yang akan banyak disukai oleh para pemuda.

Penulis: Muhammad Alfi Dzikron, KKN TIM II UNDIP 2020 Kabupaten Pati

Editor : Rani tiyas