TIM KKN UNDIP AJARI PERAN WHO PADA COVID-19 DI KALA PANDEMI

Tembalang (8/8) – Virus SARS-CoV-2 atau yang biasa lebih dikenal dengan nama virus corona masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Delapan bulan semenjak penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus ini ditemukan, masih terus terjadi peningkatan jumlah kasus yang ada di dunia. Dengan masih meningkatnya jumlah kasus yang ada maka sulit untuk memastikan kapan berakhirnya persebaran penyakit ini.

Tim II KKN UNDIP menyajikan presentasi mengenai peran WHO pada COVID-19 ke warga RW 5 di balai RW 5, Rabu (29/7).

Kecamatan Tembalang menjadi salah satu lokasi rawan persebaran penyakit COVID-19. Masih terjadinya peningkatan kasus ini salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada. Pengetahuan dan kesadaran yang masih rendah ini semakin diperburuk dengan banyaknya persebaran disinformasi dan hoaks mengenai COVID-19.

Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Maka dari itu mahasiswa TIM II KKN UNDIP melakukan edukasi mengenai WHO (World Health Organization) dan COVID-19 kepada warga di Kecamatan Tembalang tepatnya di RW 5, Kelurahan Tembalang. Edukasi mengenai WHO bagi masyarakat dianggap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat atas COVID-19 karena WHO merupakan salah satu aktor yang kredibel dan aktif dalam menghadapi COVID-19. Selain itu edukasi WHO kepada masyarakat juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat atas disinformasi dan hoaks yang beredar karena WHO juga menyediakan banyak informasi yang membuktikan mengenai disinformasi dan hoaks yang ada.

Edukasi ini sendiri dilakukan dengan tatap muka langsung dengan masyarakat di balai RW 5, Kelurahan Tembalang. Walaupun masih di tengah masa pandemi, namun metode tatap muka langsung tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer sebelum dan setelah memasuki ruangan. Metode ini juga dapat membantu masyarakat dalam beradaptasi dengan masa adaptasi kebiasaan baru. Masa adaptasi kebiasaan baru sendiri berarti masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Muhammad Hanoon Bagastama – FISIP/ Hubungan Internasional Undip 2017

Dosen Pembimbing : Ir. R.T.D. Wisnu Broto, M.T.

Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang

KKN TIM II UNDIP 2019/2020