Langgar Protokol Kesehatan, Warga: Pakai Masker Cukup Merepotkan

Bulusan (15/7/2020) – Survey lapangan mahasiswa KKN Tim II Undip di kelurahan Bulusan yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juli – 16 Juli 2020 telah menemukan fakta bahwa 3 dari 10 masyarakat di kelurahan Bulusan masih enggan mengenakan masker, “Pakai masker cukup merepotkan mba, terlebih membuat nafas jadi sesak, ya kadang kalau keluar jauh baru dipakai” ujar salah satu warga. Kendatipun demikian, masih banyak warga yang tetap mengupayakan untuk tetap mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan ketika di luar rumah.

Bulusan merupakan sebuah kelurahan yang ada di Kecamatan Tembalang Kota Semarang Jawa Tengah yang pada saat ini dikategorikan sebagai Zona Merah penyebaran COVID-19, artinya penyebaran covid-19 di Tembalang cukup tinggi. Kendatipun demikian, masih banyak ditemukan masyarakat yang belum menerapkan hal-hal yang telah dianjurkan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19 terutama pedagang yang mempunyai resiko penyebaran tinggi. Adanya pengabaian anjuran untuk menggunakan masker, anjuran untuk tidak berkumpul lebih dari lima orang, dan anjuran hidup sehat dapat meningkatkan risiko penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Oleh karenanya, mahasiswa KKN TIM II Undip mengajak masyarakat sekitar untuk  membuat alat pelindung diri (face shield) dengan bahan bahan yang murah dan mudah didapatkan. Gerakan ini telah didukung dan disetujui oleh ketua Rt setempat, dengan Bu Lastri sebagai kader utama bersama beberapa pemuda Rt  Rw 1 yang siap dalam membantu jalannya produksi face shield. Bentuk pendampingan yang akan diterapkan berupa pemberian modal awal, pemantauan produksi face shield, pemantauan kelayakan face shield, pemberian konsultasi, dan pendampingan proses penjualan. dengan adanya pendampingan ini, diharapkan kader dan anggota dapat memproduksi face shield dengan terorganisir dan dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh    : Diana Nur Cahyani/22020117130094/Keperawatan/FK

Editor  : Daud Samsudewa S.Pt, M. Si,Ph.D