Taati Hukumnya, Terima Manfaatnya


Leaflet Hasil Analisis Peraturan Walikota Semarang Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Melalui Pembatasan Kegiatan Masyarakat

TEMBALANG, (10/08/2020)- Sampai hari ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Semarang telah mencapai 3.430 orang, dilansir dari laman https://corona.jatengprov.go.id  . Sedangkan angka kematian Covid-19 di Kota Semarang sebesar 394 menjadi daerah tertinggi kedua di Indonesia, hal ini dilansir dari suaramerdeka.com, yaitu Dewi Nur Aisyah selaku Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa angka kematian dihitung dari jumlah kasus kematian dibagi jumlah orang yang positif. Kesiapan Pemerintah Daerah yaitu Walikota Semarang dalam penanganan pandemi corona saat ini, patut di apresiasi, karena dengan adanya Peraturan Walikota Semarang Nomor 28 Tahun 2020 yang dibuat oleh Pemerintah Kota Semarang, menunjukan bahwa adanya tindak lanjut serta aturan yang akan dilaksanakan dan ditaati oleh warga masyarakat yang ada di Kota Semarang.

Peraturan Walikota Semarang Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) melalui Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Tujuan pembuatan peraturan Walikota Semarang tersebut yaitu salah satunya untuk membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dalam menekan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) tanpa mengabaikan dampak psikologi masyarakat serta memperkuat upaya penanganan kesehatan dan mengurangi pencirian negarif (stigma) di masyarakat akibat Corona Virus Desease 2019 (Covid-19)_ Pasal 3. Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang dimaksud dalam Peraturan Walikota Semarang tersebut, yaitu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk membatasi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam berinteraksi dengan warga masyarakat lainnya untuk mencegah kemungkinan penyebaran wabah Corona Virus Desease 2019  (Covid-19) yang menggunakan ruang publik, moda transportasi publik, dan bangunan publik.


Leaflet Hasil Analisis Peraturan Walikota Semarang Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Melalui Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Pertisipasi masyarakat yang ingin diwujudkan dengan adanya peraturan Walikota tersebut tercantum pada Pasal 19 yaitu  “ikut menangani dampak sosial dan ekonomi pandemi Covid-19, masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk pengadaan lumbung pangan di lingkungan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan Kelurahan masing-masing serta saling mengingatkan antara anggota masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Hukum atau peraturan dibuat untuk kepentingan bersama. Peraturan hukum tersebut menjadi ironi ketika hanya tertulis saja diatas kertas tanpa diikuti oleh tindakan serta diimplementasikan oleh warganya.

Pada kenyataannya seperti itulah yang sedang terjadi pada warga masyarakat Kota Semarang. Masih rendahnya kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan yang sudah dibuat. Pada hal sejatinya hukum dibuat untuk kepentingan dan tujuan bersama.

Oleh : Desi Pitasari Manalu (S1-Ilmu Hukum)

Editor : Daud Samsudewa SPt.,M.Si.,Ph.D