Kecamatan Ampelgading: Pujawati dan Keripik Jagung Sokawati, Salah Satu Upaya Menciptakan Produk Olahan Unggulan Desa

PEMALANG – Desa Sokawati memiliki luas area sawah sekitar 150 Ha. Dari luas area tersebut Desa Sokawati memiliki komoditas pertanian unggulan berupa padi dan jagung. Total panen padi sekitar 4,8 ton/Ha, sedangkan untuk jagung sekitar 6 ton/Ha. Meskipun demikian, komoditas pertanian belum diolah menjadi produk olahan dan hanya dijual kepada distributor lokal. Ditinjau dari segi UMKM, hingga saat ini Desa Sokawati belum memiliki jenis UMKM unggulan. Jenis UMKM yang terdapat di Desa Sokawati berupa toko kelontong dan pedagang kecil, jenis UMKM ini pun hanya dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat. Adapun mata pencaharian mayoritas penduduk Desa Sokawati adalah petani dan buruh petani yang mengandalkan komoditas pertanian unggulan Oleh karena itu, KKN Undip Tim I Desa Sokawati mencoba mengolah hasil pertanian jagung yang ada di desa untuk diolah menjadi 2 (dua) produk, yaitu puding dan keripik.

Pelatihan Pembuatan Puding Jagung Sokawati (Pujawati)
Pelatihan Pembuatan Puding Jagung Sokawati (Pujawati)

Pada Hari Jum’at (20/1), tim mengadakan pelatihan pembuatan dua produk tersebut dengan sasaran kegiatan adalah Ibu-ibu PKK Desa Sokawati. Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa tepat pukul 10.00 hingga pukul 13.30 WIB. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 orang. Peserta kegiatan cukup antusias melihat proses pembuatan puding dan keripik yang dikoordinir oleh salah satu anggota tim yang merupakan mahasiswi Teknologi Pengan. Peserta kegiatan mengaku bahwa pelatihan seperti ini memang sudah sering digiatkan oleh tim penggerak di setiap pertemuan rutin. Namun untuk pembuatan puding yang memanfaatkan jagung sebagai bahan dasar baru pertama kali dicoba. Peserta juga merasa bahwa pembuatan kedua produk ini cukup mudah untuk diterapkan sendiri di rumah masing-masing.

 

Pelatihan Pembuatan Keripik Jagung di Balai Desa Sokawati
Pelatihan Pembuatan Keripik Jagung di Balai Desa Sokawati

Selain pelatihan memasak, tim KKN juga menyosialisasikan cara labelling, branding, dan packaging (pengemasan) kepada peserta kegiatan. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan warga setempat dalam hal pemasaran produk. Adanya kegiatan pelatihan ini memang bertujuan untuk mengajak masyarakat menciptakan produk olahan unggulan desa yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jika hanya menjual hasil pertanian mentah. Jika dengan adanya produk unggulan, Desa Sokawati juga telah ikut berkontribusi menyukseskan program presiden tentang OVOP (One Village One Product). Selain itu, melalui adanya produk unggulan juga secara langsung akan meningkatkan daya kreativitas warga untuk terus mengembangkan jenis produk desa lainnya.