SOLERAM, SOSIALISASI PEMBUATAN NUGGET JAMUR TIRAM DESA CUKIL

Cukil – (06/02/2017), Soleram, soleram, soleram anak yang manis, anak manis janganlah dicium sayang kalau dicium merahlah pipinya. Ketika kita mendengar kata soleram pasti yang teringat masa kecil kita, masa penuh warna. Soleram adalah salah satu lagu anak, yang populer pada masanya. Hal ini juga terjadi pada soleram yang satu ini. Sosialisasi Pembuatan Jamur Tiram (Soleram), siapa yang tidak kenal dengan nugget? Nugget salah satu makanan yang banyak disukai oleh semua kalangan, baik muda ataupun tua. Siapa yang tidak kenal jamur tiram? jamur yang berwarna putih besar yang sering kita temukan di pasar tradisional ataupun swalayan.

Kali ini soleram dilakukan di Dusun Krajan, Desa Cukil. Pelaksana program adalah Puji Nugroho dari Fakultas Peternakan dan Pertanian. Soleram ini dilakukan di rumah Bapak Hartono, yang merupakan salah satu peternak jamur tiram di desa ini. Pada kesempatan ini mahasiwa KKN Desa Cukil memberikan soleram kepada ibu – ibu PKK dan pengusaha UMKM jamur tiram. Pembutan nugget jamur tiram bisa dikatakan mudah. Hal ini dikarenakan bahan mudah didapatkan di pasaran, antara lain jamur tiram, tepung terigu, tepung panir atau roti, bawang merah, bawang putih, garam, telur serta penyedap rasa. Begitupun dengan alat yang digunakan cukup dengan alat masak yang sering dipakai ibu – ibu di desa ataupun kota. Panci, wajan, baskom, kompor, sendok, dan pengukus.

Pada praktek pembuatan nugget jamur tiram direspon dengan antusias oleh para peserta yang hadir. Pertama jamur dicuci bersih, rebus jamur tiram, tumis bumbu dan ayam, peras jamur yang direbus, campur semua bahan bumbu, ayam, jamur aduk rata. Kemudian cetak , dan kukus hingga matang kurang lebih 20 menit dalam api sedang. Setelah itu nugget dingin potong – potong sesuai selera. Proses selanjutnya, lumuri potongan nugget dengan telur, dan tepung roti, kemudian digoreng dan siap dinikmati. “Gampang“, begitu sambut ibu-ibu ketika ditanya proses pembuatan nugget jamur tiram. UMKM jamur diharapkan Dusun Krajan bisa mempraktekan mengolah hasil budidaya.

Proses selanjutnya untuk meningkatkan daya jual produk, juga perlu “baju” yang pantas. Dalam hal ini, Tri Sunaryati dari Fakultas Ilmu Budaya  telah merancang label kemasan sebagai identitas produk sehingga layak jual. Diharapkan nugget jamur tiram dapat menjadi salah satu sumber mata pencaharian, dan meningkatkan pendapatan keluarga. Salam satu jiwa. (Oleh : Puji Nugroho, Teknologi pangan, Undip)  #cukil_itu_indah

p1p2