Kurangi Pencemaran, Mahasiswa Undip Menyulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci

Lestari Indah, 25 Januari 2021 – Setiap rumah akan menghasilkan limbah rumah tangga, akan tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa limbah rumah tangga tersebut jika terus menerus disalurkan kealam bebas tanpa melalui proses pengolahan, akan membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi ekosistem. Di Desa Lestari Indah sendiri, rumah penduduk tidak banyak yang dilengkapi sumur resapan, mayoritas rumah penduduk menyalurkan limbah rumah tangga langsung ke selokan. Adapun, bahaya yang dapat disebabkan minyak jelantah terhadap lingkungan seperti :

  1. Menurunkan kualitas air
  2. Menghasilkan bau tidak sedap bagi lingkungan
  3. Membuat saluran mampet
  4. Mencemari tanah

Selain itu, jika minyak jelantah terlalu sering digunakan akan menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan seperti :

  1. Infeksi bakteri
  2. Meningkatkan resiko kanker
  3. Meningkatkan penyakit degeneratif
  4. Meningkatkan kecenderungan kelebihan berat badan (obesistas)

Program Penyuluhan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah yang sudah didiskusikan dan disetujui oleh Bapak Mahidin Girsang mulai dilakukan pada 18 Januari 2021 secara door to door dengan teknik penjelasan menggunakan poster dan juga membantu warga yang ingin mencobanya secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, warga yang diberikan penyuluhan tampak antusias, apalagi karena mengetahui minyak jelantah yang selama ini langsung dibuang oleh warga tersebut ternyata bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih berguna. Esra Mutiara, seorang ibu yang merupakan warga Desa Lestari Indah mengaku senang dan sangat menyayangkan kegiatan yang begitu bermanfaat baru dilakukan sekarang. Beliau menilai bahwa kegiatan KKN Universitas Diponegoro merupakan kegiatan yang bermanfaat serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan, dan mengharapkan untuk kegiatan seperti ini dapat dilakukan lagi.

Penulis : Meilin Arisanti Nainggolan (Arsitektur-Teknik)
Dosen Pembimbing Lapangan : Fajrul Falah, S.Hum., M. Hum.