Aquascape Dari Toples Bekas, Murah Tapi Berkelas

Cirebon (5/1) – Pandemi Covid-19 belum menunjukkan adanya tanda-tanda akan berakhir. Berbagai upaya telah pemerintah lakukan guna “menstimulus” roda ekonomi masyarakat, salah satunya bantuan dana UMKM. Hanya saja, bantuan belum merata ke seluruh UMKM.

Dampak dari pandemi covid-19 yang belum berakhir masih dirasakan oleh berbagai UMKM. salah satunya penjual ikan hias. Melihat hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1 Universitas Diponegoro Periode 2021 melakukan Pendampingan UMKM ikan hias dalam pembuatan Aquascape dari toples plastik bekas.

Aquascape merupakan salah satu seni menghias akuarium yang dibuat dengan mengkombinasikan berbagai tanaman hidup, organisme akuatik (ikan hias, udang, dan sebagainya) serta ornamen – ornamen alam seperti ranting dan batu.

Saat ini, Aquascape sangat populer di berbagai sosial media, terutama di kalangan pecinta ikan hias. Aquascape mulai dikenal oleh masyarakat luas pada tahun 2010 dan terus meningkat hingga sekarang.

Kegiatan pendampingan dilakukan pada (2/2/2021) di tempat penjual ikan hias milik yakub di jalan Sedong Jaya, Desa Tuk, Kedawung, Cirebon. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk memberi edukasi tentang komponen-komponen Aquascape, fungsi masing-masing komponen, serta komponen-komponen apa saja yang harus ada atau dihilangkan dari Aquascape. Selain edukasi, dilakukan juga pembuatan Aquascape bersama dengan penjual ikan hias.

edukasi dengan penjual ikan

kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inovasi tambahan bagi pemilik usaha ikan hias, sehingga dapat dijadikan pemasukan tambahan dimasa pandemi.

pembuatan Aquascape
hasil Aquascape dari toples bekas

penulis: M.Nursarif (Manajemen Sumberdaya Perairan – Universitas Diponegoro)

Editor: Dr. Sunarno, S.Si., M.Si