BERANTAS HOAX DIMASA PANDEMI, MAHASISWA KKN UNDIP LAKUKAN PELATIHAN CEGAH HOAX BERSAMA WARGA DESA SUKALUYU.

Desa Sukaluyu, Kabupaten Bogor (21/1) – Telah dilaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Tahun 2021 Universitas Diponegoro. Pada KKN kali ini memiliki sistem yang berbeda dari biasanya. Hal ini dikarenakan masih ada wabah Covid-19 di Indonesia. Kebijakan yang di ambil oleh Universitas Diponegoro adalah tetap melaksanakan KKN pada 4 Januari 2021 sampai dengan 16 Februari 2021, tetapi dengan beberapa ketentuan yaitu KKN dilaksanakan secara mandiri di wilayah domisili masing-masing peserta KKN.

Dokumentasi kegiatan pelatihan “Desa Sukaluyu Lawan Hoax”

Media sosial sering menjadi tempat untuk menyebarkan hoax di Indonesia. Hoax terjadi karena adanya kebencian yang dirasakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pada Pandemi Covid-19 seperti ini adalah kesempatan bagi pembuat berita palsu memberikan berita palsu mereka kepada masyarakat. Contohnya adalah banyak berita yang sudah beredar tentang virus Covid-19 yang sudah tersebar dan mempengaruhi masyarakat. Dikutip dari kominfo.go.id selama masa pandemic  Covid-19  pada tahun 2020 lalu mencapai angka 1.028 kasus. Hal ini membuktikan bahwa penyebaran berita hoax selama pandemic juga tinggi.

Dengan adanya itu, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata TIM 1 Universitas Diponegoro yakni M Ilham Sofari Fuqoha, melaksanakan salah satu program kerja untuk mencegah hoax yaitu dengan memebrikan pelatihan berjudul Desa Sukaluyu Lawan Hoax”. Dalam pelaksanaan progam tersebut mahasiswa melakukan kegiatan penyuluhan bersama beberapa pewakilan warga, khususnya yang berasal dari RT 02/RW 10 Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari. Program ini menyasar bapak-bapak, ibu-ibu dan kaum millennial yang betempat tingal di RT 02/RW 10 Desa Sukaluyu.

Dalam pelatihan tersebut mahasiswa memberikan beberapa poin penting yang sekiranya dapat menekan angka penyebaran hoax, poin pertama yaitu menganjurkan warga untuk banyak membaca berita di media resmi, karena pada era digital seperti ini banyak bermunculan media yang tidak resmi sehingga berita yang di publikasi oleh media tidak resmi tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenaranya. Kemudian point yang kedua adalah mencermati isi berita, dimulai dari judul, isi, hingga unsur-unsur berita. Karena biasanya berita hoax cenderung memiliki judul yang provokatif, memiliki isi yang memihak, ataupun tidak memenuhi unsur-unsur sebuah berita. Kemudian di poin terakhir mahasiswa menganjurkan para warga jika nantinya menemukan berita hoax maka harus melaporkan kepada pihak-pihak terkait yang memang bertugas untuk menerima laporan mengenai penyebaran hoax. Di akhir sesi pelatihan, mahasiswa memberikan beberapa contoh berita hoax yang sempat beredar di dunia maya, kemudian di lanjutkan dengan sesi diskusi terbuka dengan para warga.

Pelatihan ini  bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran bagi masyarakat agar lebih bersikap bijak serta bertanggung jawab lagi dalam menggunakan sekaligus menyebarluaskan informasi yang mereka terima. Setelah pelaksanaan pelatihan ini warga diharapkan nantinya dapat mencegah dan memberantas segala macam bentuk penyebaran berita hoax yang ada dalam kehidupan sehari-hari,

Oleh : M Ilham sofari fuqoha (S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)

DPL : Dr. Ir. Suzanna Ratih Sari, M.M., M.A