HEBAT! MAHASISWA KKN TIM 1 UNDIP 2021 INISIATIF BUAT PETA ADMINISTRASI TERBARU UNTUK KANTOR KELURAHAN & MASYARAKAT

Kramas, Tembalang, Semarang (03/02/2021). Peta merupakan alat baca pemetaan suatu wilayah yang memiliki berbagai manfaat mulai dari memberikan pemahaman masyarakat terhadap wilayahnya hingga dapat digunakan sebagai identitas dari suatu wilayah. Permasalahan pada peta administrasi yang sering terjadi yaitu kurang update-nya informasi yang disajikan dalam peta. Perubahan pada batas administrasi, jalan, dan letak kantor kelurahan dapat berubah setiap tahunnya atau dalam jangka panjang.

Mahasiswa Universitas Diponegoro yang bernama Raihan Fanani Nusapatria memiliki inisiatif untuk memperbarui informasi yang disajikan dalam peta administrasi. Jurusan yang diambil oleh Raihan ini sangat berkaitan dengan pembuatan peta yaitu Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota atau Planologi. Ternyata peta yang berada di Kantor Kelurahan Kramas tersebut masih belum sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Hal ini dibuktikan langsung pada saat survey awal pada hari Selasa (05/01/2021) mendapati bahwa wilayah yang seharusnya RW 03 tetapi masih tercantum RW 02 pada peta tersebut. Ketidaksesuaian tidak hanya terjadi pada batas administrasi saja, tetapi juga pada jaringan jalan di Kelurahan Kramas yang masih belum sesuai.

Proses penyusunan dan pembuatan program KKN berupa peta administrasi dimulai dari perizinan terhadap Lurah Kelurahan Kramas, Bambang Sularso. Selanjutnya survey lapangan sekilas untuk mengetahui bentuk dari topografi kelurahan itu sendiri. Kemudian, dilakukan koordinasi dengan setiap Ketua RW di Kelurahan Kramas. Total ada 6 RW di Kelurahan Kramas yang masing-masing memiliki jumlah RT yang berbeda dari rentang 3 sampai 7 RT.

Sebelumnya, peta administrasi yang terdapat di  kantor kelurahan masih berdasarkan survey lapangan tahun 2018. Pak Bambang selaku ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Kramas mengatakan “Oh ini masih batas RW 03 mas, sampai sini, bukan yang ini.” Jelasnya. Berdasarkan perkataan Pak Bambang ternyata memang benar, batas administrasi masih salah yang disajikan di peta lama. Raihan mengatakan juga bahwa permasalahan yang dihadapi ketika pembuatan peta tersebut yaitu koordinasi dengan Ketua RW dan Ketua RT. “Beberapa kondisi waktu, Ketua RW tidak dapat menjelaskan terkait batas tersebut, sehingga mau nggak mau, harus berkoordinasi dengan salah satu Ketua RT-nya” kata Raihan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro. Harapannya dengan pembuatan peta ini dapat bermanfaat baik bagi masyarakat maupun kelurahan itu sendiri. Masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap wilayah mereka sendiri.

Penulis : Raihan Fanani Nusapatria

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Tira Hamdillah Skripsa, S.KG.,M.Kes.

KKN Tim 1 Universitas Diponegoro

Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang