Budaya Minum Jamu Mulai Luntur? Mahasiswa KKN di Batang Jadikan Pandemi Jembatan Menghidupkannya Lagi

Batang (03/02) Jamu merupakan minuman tradisional yang dibuat dengan bahan herbal yaitu rempah-rempah yang memang sejatinya di Indonesia merupakan varietas unggul sekaligus terkait dengan budaya agraris bangsa Indonesia. Karena ketika menelisik ke belakang bangsa barat datang ke Indonesia itu disebabkan rempah-rempah. Dengan melimpahnya rempah-rempah nenek moyang bangsa Indonesia menciptakan minuman tradisional yang sarat akan manfaat sehingga diwariskan hingga sekarang. Minuman tersebut memang dapat dikategorikan sebagai obat namun juga dapat digunakan sebagai piranti untuk menjaga kesehatan, karena memiliki beberapa varian resep dan manfaat. Minuman herbal inilah yang sejatinya obat nusantara bukan obat alternatif karena minuman herbal tersebut sudah hadir lebih dahulu, dan sesungguhnya pelbagai obat-obatan industri tersebutlah yang merupakan alternatif bagi masyarakat Indonesia.

Namun sekarang ini, justru kebalikannya masyarakat lebih mengandalkan obat-obatan pabrik dengan pelbagai efek sampingnya, dari pada obat herbal yang alami yang merupakan warisan nenek moyang dan sudah terbukti selama sekian ratus tahun tanpa efek samping. Dan masyarakat lebih cenderung mengobati dari pada menjaga diri saat sehat, langkah ini salah satu hal yang menyebabkan lunturnya budaya minum jamu, sehingga jaman sekarang sangat jarang sekali ditemui anak muda yang minum jamu. Untuk generasi tua mungkin masih bisa mengenal jamu dan masih minum jamu dengan beberapa alasan namun tidak diturunkannya dengan tidak mengenalkannya ke generasi berikutnya hal tersebut yang akan membuat budaya bangsa ini hilang.

Ketika melihat kondisi pandemi seperti sekarang ini, merupakan waktu yang pas untuk mempromosikan jamu atau minuman herbal sebagai jembatan untuk memperkokoh imunitas tubuh. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip di Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Karena dengan jamu tradisional yang diminum rutin dapat menjaga kondisi badan agar tidak mudah terdampak virus Covid-19 yang masih menjadi musuh dunia. Karena obat yang benar-benar ampuh untuk masalah Covid -19 ini belum ditemukan, maka solusi yang sederhana yaitu memperkuat diri dari dalam dengan melakukan serangkaian olahraga yang rutin, serta pola asupan yang baik salah satunya dengan minum jamu untuk menjaga kesehatan. Kuatnya pertahanan diri untuk menangkal virus dari luar. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Undip di Batang melakukan terobosan dengan membuat pelatihan kepada anak-anak tentang pembuatan jamu serta edukasi tentang beberapa manfaat dari beberapa jamu yang dibuat. Dengan dalih pelestarian budaya juga sekaligus menjaga kesehatan di musim corona sekarang ini.

Dengan melibatkan anak-anak hal tersebut sekaligus menambah pengetahuan mereka tentang warisan nenek moyangnya, juga sekaligus mereka dapat mempraktikkan secara langsung bagaimana pembuatannya. Jamu yang dibuat untuk menjaga kesehatan tubuh, dibuat dengan bahan yang banyak di warung sehingga ke depannya mereka dapat menerapkannya sendiri. Bahan-bahan yang diperlukan antara lain yaitu jahe, kunyit, kencur, temulawak, sereh, lengkuas, kayu manis, beras, jeruk nipis dan gula aren. Dalam pembuatan semuanya di geprek dan di rebus per resep dan gula aren di jadikan sebagai pemanis. Membuat 4 macam kombinasi dari bahan yang ada yaitu :

  • Jahe, kayu manis, dan jeruk nipis
  • Kunyit, lengkuas, dan jeruk nipis
  • Beras yang sudah direndam, dan kencur
  • Jahe, temulawak, dan sereh.

Beberapa resep tersebut sudah di wariskan secara turun temurun di antara masyarakat Dukuh Sogo, Desa Sidayu, dan mudah dalam pembuatannya. Yang kemudian minuman tersebut dibagikan dan diminum bersama anak-anak yang terlibat di dalam pembuatannya. Dengan kondisi pandemi memang dapat diambil banyak hikmat di dalamnya, salah satunya seperti jalan untuk mengangkat jamu sebagai minuman tradisional beragam manfaat yang patut dilestarikan ke puluhan bahkan ratusan generasi selanjutnya. Obat dari pandemi ini memang sejatinya dekat dengan diri kita sendiri, seperti pola pikir, pola makan dan minum cukup dengan yang alami dan sehat, serta pola hidup yang sehat pula. Peran utama yaitu dari pemerintah yang perlu meng uri-uri masyarakatnya untuk kembali minum jamu dengan berbagai cara seperti even kedaerahan dan sebagainya, juga diperlukan kesadaran pribadi dalam masyarakat.

Penulis : Ari Setiaji