Upaya Peningkatan Ekonomi Pada Masa Pandemi melalui UMKM

Semarang (13/02/2021) —

Banyak negara di dunia telah mengalami resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia.. Hal tersebut terjadi setelah pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I dan II 2020 menjadi minus.

BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia melaporkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2020 menjadi negatif (-5,32%). Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2020 tercatat mencapai 2,97% atau mulai menunjukkan adanya perlambatan. Sepanjang tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di zona negatif. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2020 berkontraksi atau minus 2,07% year on year (yoy), hal ini menyebabkan resesi ekonomi yang pertama kalinya semenjak tahun 1998. Perbedaannya, pada tahun 1998, ekonomi Indonesia mengalami penurunan hingga -13,16% yoy akibat krisis moneter.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia meprediksi bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat pada kuartal I-2021 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Proyeksi ini diprediksikan terjadi akibat jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia terus meningkat yang kemudian membuat aktivitas masyarakat melandai.

Dilansir dari laman covid19.go.id per tanggal 04 Februari 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia adalah sebanyak 1.111.671 kasus, dengan 175.236 kasus aktif. Akibat peningkatan jumlah kasus baru tersebut, pemerintah mencoba membuat kebijakan baru yang diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus Covid-19, salah satunya adalah dengan cara menerapkan kebijakan PSBB Jawa – Bali.

Pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya khususnya untuk mendongkrak perekonomian indonesia yang semakin memburuk, salah satunya dengan Penanganan dampak pandemi melalui Program PC-PEN yang mencakup berbagai sektor. Sektor-sektor tersebut adalah sektor kesehatan, perlindungan sosial, sektoral K/L serta pemerintah daerah, UMKM, pembiayaan korporasi, dan insentif usaha.

Hingga akhir tahun 2020, realisasi anggaran PC-PEN mencapai total sebesar Rp 579 triliun. Tetapi, angka tersebut hanya 83,4% dari seluruh alokasi anggaran program yang mencapai Rp 695,2 triliun.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang terbilang sangat strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia yang terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra-pandemi.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga tinggi dan terus bertumbuh hingga mencapai 96,99% – 97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional.

Di lain sisi, UMKM juga menjadi salah satu sektor yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19 ini. Berdasarkan analisis survei terhadap berbagai pelaku usaha roti, biskuit, cake, jajanan pasar, mie, pancake dan pastry di dua kota besar yaitu Surabaya dan Jakarta, ditemukan bahwa sekitar 94% UMKM terdampak Covid-19.

UMKM dapat dijadikan garda terdepan dalam pencapaian pilar ekonomi SDGs, hal ini dapat dicapai dengan penciptaan lapangan kerja, penciptaan kondisi kerja yang layak, inovasi bisnis, adaptasi dan mitigasi dampak negatif ekonomi, sosial dan lingkungan dalam sebuah operasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

UMKM saat ini sangat dibutuhkan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19 yang kian hari makin memburuk, tetapi pandemi juga telah berdampak pada pemasukan dan keberlangsungan berjalannya UMKM. Tidak hanya itu, pembatasan skala besar di beberapa daerah menyebabkan aktivitas diluar rumah menjadi sulit dan tidak memungkinkan. Saat ini, banyak kegiatan beralih menjadi digital, dengan demikian UMKM kecil warga pun terpaksa harus mengikuti perkembangan zaman yang sekarang semuanya sudah menjadi digital.

Salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro memiliki gagasan untuk membantu para pelaku UMKM kecil disekitar area kelurahan Pedalangan, Kota Semarang untuk mendongkrak kesejahteraan bisnis UMKM dengan cara membuka toko online dan melakukan digital marketing melalui Paid Ads.

Kamis (04/02/2021) mahasiswa terkait membagikan undangan resmi yang telah mendapatkan tanda tangan ketua RT setempat serta cap legal RT kepada 12 warga pelaku UMKM di RT. 10/RW. 01 Kelurahan Pedalangan pada sore hari pukul 16:30 meskipun keadaan cuaca yang sedang hujan dengan intensitas sedang.

Membagikan Surat Undangan Kepada Warga Pelaku UMKM

Setelah semua warga pelaku UMKM sudah mendapatkan surat undangannya masing masing, mahasiswa terkait berangkat menuju Pasar Swalayan untuk membeli keperluan Doorprize Sembako yang akan diberikan saat penyuluhan UMKM pada Jum’at siang.

Belanja Bahan Sembako untuk Doorprize

Keesokan harinya, pada Jum’at siang (05/02/2021) waktu setempat, penyuluhan pun dilaksanakan. Tetapi, sebelum penyuluhan dimulai, persiapan tempat pun dilakukan terlebih dahulu agar warga yang datang bisa lebih nyaman saat menghadiri sosialisasi.

Persiapan Sebelum Penyuluhan Dimulai
Penyuluhan Paid Ads

Sosialisasi mengenai Online Marketplace dan Paid Ads ini dilakukan pada Jum’at sore (05/02/2021) waktu sekitar, bertempat di kediaman warga RT. 10/RW. 01, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan, di dampingi oleh ketua RT setempat.

Pengoptimalisasian Digital Advertising pada Online Marketplace.” Adalah tema yang diangkat pada sosialisai yang disampaikan oleh mahasiswa bernama Fairus Andira pada Jum’at lalu. Sosialisasi dibuka dengan pemaparan materi tentang perbedaan Marketplace dan Toko Online, disusul dengan penjelasan tentang Paid Ads, serta pentingnya iklan untuk kesuksesan toko. Setelah penyampaian materi dilakukan, mahasiswa terkait mengadakan quiz untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan dapat dimengerti dengan baik oleh warga pelaku UMKM setempat. Bagi warga yang bisa menjawab quiz akan mendapatkan doorprize berupa sembako yang berisikan Beras, Minyak, Gula, Bawang Merah, Bawang Putih, Mie, Kopi, Teh, dan Kecap yang diharapkan dapat menggugah antusiasme warga. Hadiah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Juara 3 Doorprize Sembako – Pengrajin Batik “Batik Laut Bundha
Juara 2 Doorprize Sembako – Pengusaha Hijab “Jilbab Hafsa
Juara 1 Doorprize Sembako – Pelaku UMKM RT. 10/RW. 01

Sosialisasi diakhiri dengan pembuatan Online Shop UMKM dan penggunaan Paid Ads pada postingan Online Shop yang telah di publish dengan harapan untuk mendongkrak Engagement akun sehingga dapat menarik lebih banyak customers dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah-daerah lainnya sehingga UMKM warga dapat berkembang tidak hanya di area Semarang saja.

Praktik Penggunaan Fitur Paid Ads

Pelatihan dilakukan pada 2 UMKM warga yang telah memiliki online shop seperti Toko Online Instagram dan Shopee ataupun Tokopedia.

Hasil dari pelatihan tersebut berupa iklan Paid-Per-Click (PPC) yang telah aktif dan tayang di laman instagram yang dapat diakses sesuai dengan target customers yang telah ditetapkan seperti: Perempuan, usia 13-85, daerah Kalimantan, Surabaya, dan sebagainya.