Mangkrak Beberapa Tahun, Mahasiswa Undip Mendesain Ulang Rancangan Balai Rakyat Desa Kutoharjo

Kendal, Jawa Tengah (11/02/2021) – Salah satu syarat sebuah desa adalah diharuskan memiliki sebuah balai untuk memenuhi kebutuhan bersama antar warga tingkat desa. Balai desa ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat pelayanan Desa Kutoharjo yang baru yang mana tersedia fasilitas berupa lapangan badminton yang juga bisa dijadikan tempat persewaan pernikahan.

Sebelumnya bangunan ini sudah tahap setengah jadi, mulai dibangun pada tahun 2017 namun sempat mangkrak hingga saat ini karena keterbatasan dana. Ketika dulu saat dibangun tidak menggunakan gambar kerja melainkan hanya mengandalkan tukang saja. Untuk itu, sebagai mahasiswa Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Liya Isma Rahmaniya dalam program kedua KKN-nya ikut andil untuk membantu ketersediaan fasilitas desa yaitu dengan merancang desain Balai Rakyat Desa Kutoharjo menyesuaikan kondisi bangunan eksisting saat ini.

Gambar 1. Dokumentasi pengukuran kondisi eksisting Balai Rakyat bersama staf perangkat desa.

Tahap pertama yang dilakukan oleh mahasiswa ialah melakukan survei lapangan, serta pengukuran di lokasi. Pada saat survei mahasiswa juga diberi penjelasan oleh staf perangkat desa terkait bangunan yang sudah ada namun belum selesai. Setelah pengukuran dilakukan, mahasiswa membuat 3D eksisting Balai Rakyat dengan kondisi saat ini lalu dilakukan diskusi dengan Kepala Desa terkait ruang apa saja yang dibutuhkan.

Gambar 2. 3D Perspektif Balai Rakyat Desa Kutoharjo.

Selanjutnya mahasiswa membuat rancangan Balai Rakyat mencakup gambar denah, potongan, serta gambar-gambar pelengkap seperti visualisasi 3D. Mahasiswa juga senantiasa berkomunikasi dengan Kepala Desa dan salah satu warga untuk mendapat masukan dan kritik mengenai rancangan desain bangunan ini, sehingga hasil yang didapatkan bisa sesuai dengan yang dibutuhkan.

Kemudian dilakukan diskusi kembali terdapat revisi yakni ada beberapa perubahan seperti letak-letak ruang yang belum sesuai dan nantinya terdapat tembok sekat yang ada harus dirubuhkan agar mendapat ruang yang lebih luas guna difungsikan sebagai ruang pertemuan.

Gambar 3. Dokumentasi penyerahan proposal desain kepada Kepala Desa Kutoharjo.

Setelah desain selesai dibuat, lalu mahasiswa menyerahkannya pada pihak perangkat Desa. Dengan hasil proposal desain Balai Rakyat Desa Kutoharjo tersebut diharapkan pembangunan dapat direalisasikan sesuai dengan gambar dan tentunya apabila dana yang dibutuhkan juga sudah ada.

Penulis : Liya Isma Rahmaniya

Dosen Pembimbing : Drs. Dul Muid, M.Si., Akt.