Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit di Semarang Kewalahan. Mahasiswa Undip Gencarkan Cara Isolasi Mandiri

Gambar 1. Mahasiswa melakukan penempelan poster didampingi oleh sekretaris RT setempat

Semarang, (07/02/2021), Dilansir dari data yang dimuat di situs siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Rabu (10/2/2021) jumlah kasus yang terkonfirmasi meningkat dari 28.488 menjadi 28.895. Seiring dengan lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Semarang, kapasitas ruang isolasi di rumah sakit pun semakin terbatas. Dalam hal ini mengharuskan pemerintah untuk menambah tempat isolasi baru yang dapat digunakan khususnya untuk pasien Covid-19 yang termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Dengan begitu, pihak rumah sakit tetap bisa memberikan pelayanan dan akomodasi bagi pasien penyakit selain Covid-19.

Keterbatasan jumlah ruang isolasi dan tenaga medis di rumah sakit menjadi tantangan utama bagi pemerintah. Dalam upaya menangani hal tersebut, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk melakukan protokol isolasi mandiri. Isolasi mandiri adalah protokol yang mewajibkan setiap orang untuk tinggal di dalam rumah atau tempat tinggal masing-masing sambil melakukan upaya pembatasan fisik dengan orang lain. protokol ini wajib diberlakukan pada kelompok tertentu. Namun, diduga masih banyak masyarakat yang belum tahu tata cara yang benar dalam melaksanakan isolasi mandiri.

Berdasarkan permasalahan tersebut mahasiswa KKN Tim 1 Undip memberikan edukasi ke masyarakat melalui Program Kerja yaitu Sosialisasi protokol isolasi mandiri covid- 19. Untuk meminimalisir adanya kontak langsung, sosialisasi dilakukan pada wilayah RT 07, RW 03, kelurahan Bulusan melalui media cetak yang dipasang maupun diberikan secara door to door dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Gambar 2. Mahasiswa melakukan sosialisasi secara door to door

Diharapkan program ini dapat memberikan masyarakat informasi yang tepat tentang protokol isolasi mandiri. Selain itu diharapkan dapat membantu menekan penyebaran covid- 19 khususnya di wilayah Kelurahan Bulusan.

Penulis : Gita Praspa Ramdhani (FPIK – Oseanografi)

DPL : Ojo Kurdi, ST., MT., PhD.