UMKM Jahe Sukorejo Siap Berkembang dimasa Pandemi Bersama Mahasiswa KKN Undip

Ketua UMKM Jahe Sukorejo (kiri) berdiskusi dengan mahasiswa KKN Undip

Semarang, (7/2/2021). Pandemi Covid-19 telah hadir di Indonesia sejak Maret 2020. Berbagai sektor kehidupan terkena dampak, termasuk keberjalanan Usaha Mikro Kecil Menengah di Indonesia. Salah satu UMKM yang terdampak adalah UMKM Jahe di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

UMKM Jahe Sukorejo saat ini belum bisa melakukan produksi secara rutin. Ibu Yuyun, Ketua UMKM Jahe Sukorejo, menyatakan bahwa UMKM hanya dapat menjualkan produk pada tetangga dan saudara. UMKM ini belum dapat memaksimalkan sistem digital dan target konsumen yang belum spesifik. Hal ini diperparah oleh minat beli masyarakat yang menurun dimasa pandemi.

“Kita (UMKM) kalau produksi tidak bisa rutin, kesusahan dalam pemasaran karena keterbatasan kita, cuma bisa jual ke tetangga dan saudara saja”, ungkapnya.

Karena kondisi tersebut, Mahasiswi KKN Undip bersama UMKM Jahe Sukorejo merancang bisnis model yang dapat dimaksimalkan selama kondisi pandemi dan setelahnya. Bisnis model ini menggunakan Business Model Canvas untuk memperjelas sembilan elemen penting yang harus diperhatikan oleh UMKM. Dengan adanya BMC yang juga memperhatikan sistem digital ini diharapkan UMKM dapat lebih jelas menjalankan usahanya sehingga kegiatan produksi dan penjualan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Penulis: Bilqis Sholihah (Agribisnis 2017)
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Mahfudz, SE, MT