Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Tangga

Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa rumah adalah tempat teraman. Namun kenyataannya, banyak bahaya dan risiko yang mengintai dalam lingkungan rumah tangga. Bahaya dan risiko ini termasuk, antara lain, kasus kebakaran, keracunan makanan, zat-zat kimia, kecelakaan dan sebagainya.
Kecelakaan adalah kejadian yang tak diduga dan diharapkan. tidak diduga karena dibelakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan. Tidak diharapkan karena peristiwa kecelakaan disertai kerugian material ataupun penderitaan yang paling ringan sampai yang paling berat.
Setidaknya ada 3 kelompok kecelakaan :
(1) Kecelakaan kerja di perusahaan.
(2) Kecelakaan lalu lintas
(3) Kecelakaan di Rumah Tangga
Kecelakaan kerja tidak terjadi kebetulan. Pasti memiliki sebab. Kecelakaan kerja dapat di cegah. Konvensi Nasional keselamatan dan kesehatan kerja Jakarta menyatakan kecelakaan kerja adalah suatu persitiwa/kejadian yang berakibat sakit, cedera fisik bagi pekerja atau kerusakan harta miliki perusahaan
Jenis kecelakaan kerja di rumah tangga : terpotong, terbakar, terjatuh/terpleset, terkena sengatan listrik, dll Setidaknya ada 2 faktor penyebab kecelakaan kerja :
(1) Kondisi berbahaya (unsafe Condition) kondisi yang tidak aman. Mesin, Peralatan Lingkungan, proses, sifat pekerjaan, dan cara kerja ; Sikap dan tingkah laku tidak aman, Kurang pengetahuan dan ketrampilan, Cacat tubuh yang tidak terlihat, dan keletihan dan kelesuan
(2) Perbuatan Berbahaya (Unsafe act) adalah perbuatan berbahaya dari manusia yang dalam beberapa hal dapat di latar belakangi oleh beberapa jenis pekerjaan di Rumah Tangga ; Menyiapkan sarapan, Belanja kepasar , Menyiapkan makan siang, Menyuci pakaian, Setrika dan melipat pakaian, Membersihkan meja, kursi, jendela dan pintu, Menyapu lantai, Membersihkan kamar mandi, Merapikan kamar tidur, merapikan kamar, Mencuci peralatan makan, Antar jemput anak sekolah, Memberi makan balita, anak, lansia, Merawat balita, anak, lansia, Menemani balita, anak, lansia, Membantu anak belajar, Mencuci kendaraan, Memberi makan dan merawat hewan piaraan, Menyiram dan merawat tanaman, Memotong rumput, Membersihkan halaman rumah, Membuka dan menutup pintu pagar, Mengisi air bak mandi atau penampung air, Menjaga rumah (adalah waktu siang)
Dengan melihat kondisi warga di Kelurahan Sukorejo yang masih mengesampingkan terkait Keselamatan dan Kesehetan Kerja (K3) sehingga timbul adanya program kerja ini yang output nya adalah warga setempat paham dan dapat menerapkan budaya K3 di dalam kehidupan sehari-hari dan sadar bahwa risiko bahaya tidak mengenal siapa, waktu dan tempat.

Hasil gambar untuk orang mengoreng

Hasil gambar untuk orang menyetrika


Kegiatan di rumah tangga yang memiliki resiko bahaya

Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada warga di Kelurahan Sukorejo melalui pelatihan dan sosialisasi agar dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja dan paham dalam menghadapi apabila terjadi suatu bencana.
Hasil yang dicapai dari program SDG’s tentang Sosialisasi daring tentang “Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Tangga”
• Warga paham akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di rumah tangga.
• Warga dapat mengetahui sistem tanggap darurat sesuai prosedur dan peraturan.
• Warga dapat merenapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di rumah tangga pada kehidupan sehari hari.
• Terbentukanya budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di rumah tangga.

Dalam menjalankan Sosialisasi daring tentang “Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Tangga” terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat yang meliputi:
Faktor Pendukung:
• Program ini di dukung oleh pihak kelurahan Sukorejo
• Warga Kelurahan Sukorejo yang bersedia dan mengapresiasi dalam mengikuti kegiatan sosialisasi
• Keinginan belajar yang besar dan antusiasme tinggi
Faktor Penghambat:
• Terbatasnya waktu kunjungan lokasi karena masih dalam masa penyesuaian new normal, sehingga pelaksana kegiatan harus membagi waktu secara efektif dan efisien dalam survey lapangan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
• Warga sebagai objek pelaksanaan program kegiatan berhalangan atau kurang berkenan, sehingga dalam pelaksanaan program kurang maksimal dalam pemerataannya pemahaman materi.
Pelaksanaan Sosialisasi ini menggunakan media komunikasi dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan pertimbangan masa pandemic yang tidak dapat membuat kumpulan dengan banyak warga. Materi yang diberikan berupa video dan power poit yang dilanjutkan dengan praktik darumah masing masing.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 kali dalam 3 minggu. Karena kegiatan ini bersifat mengedukasi maka kami membuat nya secara berkala agar tujuan dan output yang akan di capai dapat terlaksana dan teraplikasi dengan baik.

 



Pelaksanaan program Sosialisasi daring tentang “Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Tangga”

Harapannya dalam pelaksanaan KKN selanjutnya dapat membuat program yang bertemakan K3 agar kita dapat menerapkan budaya K3 di kehidupan sehari-hari bukan hanya karena tuntutan pekerjaan maupun sanksi dari aturan yang tidak dipatuhi.



Penulis : Aisya Mauliana Maharani (Kesehatan Masyarakat, UNDIP)
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Mahfudz, SE, MT