Pandemi Kian Marak Disinformasi, Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Cerdas Pilih Sumber Informasi

Poster Program Kerja I “Basmi Hoaks Vaksinasi COVID-19” (dok.pribadi)

Pekalongan, 19 Juli 2021 – Pandemi COVID-19 tidak serta merta menghentikan peredaran hoaks di tengah masyarakat. Pandemi yang masih berlangsung hingga kini justru semakin berbahaya karena disertai dengan maraknya disinformasi (hoaks) seputar vaksinasi yang banyak beredar terutama di media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI mencatat telah menemukan 1.735 hoaks seputar COVID-19 pada periode 23 Januari – 12 Juli 2021. Informasi palsu tersebut beredar melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Di samping itu, media sosial WhatsApp yang meski tidak disebutkan dalam survey, namun juga menjadi salah satu media yang banyak beredar hoaks melalui WhatsApp Group.

“Saat ini, orang tidak menjadikan pandemi sebagai masalah. Karena rasanya sudah biasa, jadi COVID-19 itu ada, tetapi rasanya seperti tidak ada. Yang kita permasalahkan di masyarakat adalah perekonomian. Kalau ekonomi maju, nanti secara langsung pandemi tidak ada,” tutur Bejo Untung, Ketua RT 04 RW 02.

Berdasarkan hasil wawancara dengan sebagian warga Pasirkratonkramat RT 04 RW 02 diperoleh bahwa masih banyak warga yang meragukan vaksinasi dengan alasan kandungan vaksin dan efek samping vaksinasi COVID-19 yang dianggap membahayakan. Keberadaan hoaks tersebut tentu sangat meresahkan. Ketidakpercayaan masyarakat dapat menghambat upaya pemerintah Indonesia dalam menjalankan program vaksinasi untuk menyelesaikan rantai penyebaran COVID-19.

Umumnya, kalangan orang tua paling rentan terkena hoaks karena pemahaman yang masih minim dan tidak melakukan verifikasi berita ke sumber yang kredibel seperti Kemenkes dan Kominfo. Namun, tidak dipungkiri terdapat pula kalangan anak muda yang belum sepenuhnya yakin dan bersedia untuk divaksin. Seperti halnya, Mega (21), salah seorang warga RT 04 RW 02 yang menyatakan tidak mau divaksin.

Hal ini kemudian mendorong Tantri Puji Widyasari, salah seorang mahasiswa KKN Undip, untuk mensosialisasikan pentingnya literasi media untuk memilah fakta dan hoaks seputar vaksinasi COVID-19. Pada pekan ketiga KKN, Tantri berbagi informasi dan pengetahuan dalam bentuk poster dan booklet terkait ciri-ciri hoaks, contoh hoaks vaksinasi, sanksi hukum bagi penyebar hoaks, cara kerja vaksin, dan beberapa kanal resmi informasi COVID-19 yang dapat dijadikan rujukan. Kegiatan sosialisasi yang bertepatan dengan PPKM sehingga dilaksanakan melalui medium WhatsApp Group pada Senin (19/7) dengan diikuti oleh 25 orang, yang juga bertujuan untuk mencegah kerumunan dan mengurangi penularan virus COVID-19.

Diskusi Hoaks Vaksinasi COVID-19 bersama warga RT 04 RW 02 Kelurahan Pasirkratonkramat (dok. pribadi)

Sosialisasi yang dilakukan secara daring ini disambut hangat oleh sebagian warga dan mendorong munculnya sejumlah pertanyaan terkait cara anak memberikan penjelasan kepada orang tua agar tidak termakan hoaks serta dampak hoaks terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam menangani pandemi. Maya, salah seorang warga, menanyakan mengenai dampak signifikan dari berita hoaks terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam menangani pandemi COVID-19. Tidak hanya itu, Tamurah, warga lain juga turut menanggapi bahwa orang awam susah membedakan antara berita hoaks dan fakta. Terkadang berita hoaks sengaja dibaca sebagai referensi atau penyejuk di kala berita di televisi yang seakan menakut-nakuti dan membuat masyarakat cemas dengan COVID-19.

Di akhir sosialisasi, Tantri kembali mengingatkan kepada warga agar tidak perlu ragu dengan efektivitas vaksinasi COVID-19. Melalui program ini, harapannya warga memiliki pemahaman yang tepat terkait vaksinasi, mampu memilah antara fakta dan hoaks sebelum disebarkan, mencari informasi terkait COVID-19 melalui kanal resmi, bersedia untuk divaksin, serta secara konsisten tetap menerapkan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat.

Penulis : Tantri Puji Widyasari – 14040118120026 (Ilmu Komunikasi FISIP)
Dosen Pembimbing : Nissa Kusariana, SKM, M.Si
Lokasi KKN               : RT 04 RW 02 Kelurahan Pasirkratonkramat, Kota Pekalongan