Sekolah Daring Diperpanjang, Mahasiswa Undip Beri Psikoedukasi Pengelolaan Stres Pada Orang Tua dalam Mendampingi Anaknya Sekolah

Mojolaban, SUKOHARJO (30/7/2021) – Hampir dua tahun lamanya Indonesia dihadapkan pada kondisi pandemi virus Covid-19 yang menyebar begitu cepat. Hingga saat ini, kasus positif dan angka kematian di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sejak awal Maret 2020 dengan pembatasan kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang, salah satunya pada bidang pendidikan. Seluruh kegiatan belajar mengajar, baik di tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi harus dilakukan secara online. Kondisi ini menjadi hal baru bagi sebagian besar pelajar dan guru di Indonesia, sehingga banyak sekali hambatan yang muncul.

Hambatan selama sekolah daring tentu tidak hanya dialami oleh pelajar saja, namun juga para orang tua. Orang tua dengan anak yang masih SD mengalami banyak kesulitan karena dituntut menjadi guru bagi anaknya ketika sekolah dari rumah. Jika pada pelajar SMP dan SMA, orang tua hanya perlu mengarahkan saja karena mereka cenderung lebih mandiri dalam pembelajaran. Selama sekolah daring, orang tua yang memiliki anak SD harus ikut mempelajari materi pelajaran agar dapat menjelaskan kepada anak. Tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan kesibukan dalam mengurus rumah atau pekerjaan semakin menyulitkan para orang tua dalam mendampingi anaknya sekolah dari rumah.

Kondisi tersebut terjadi pada orang tua di Dukuh Jatirejo, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada beberapa orang tua yang memiliki anak sekolah pada hari Minggu (4/7/2021) hingga Senin (5/7/2021) menunjukkan bahwa sebagian besar mereka merasa kesulitan dengan kondisi saat ini. Hal tersebut kemudian mendorong Mega Juniasari, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro untuk melakukan psikoedukasi manajemen stres selama pendampingan anak sekolah.

Pemberian Psikoedukasi Kepada Warga Dukuh Jatirejo, Desa Klumprit Secara Door to door.


Psikoedukasi mangelola stres merupakan sebuah kegiatan dengan tujuan untuk memperkenalkan cara pengelolaan stres dengan baik. Dalam psikoedukasi tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai arti stres, jenis-jenis stres, gejala yang muncul ketika berada dalam situasi tertekan, hingga cara-cara mengelola stres dengan baik sehingga mampu mengenali sinyal-sinyal stres yang muncul dan mampu mengatasinya. Psikoedukasi ini diberikan untuk menumbuhkan kesadaran pada masyarakat Dukuh Jatirejo, khususnya para orang tua yang mendampingi anaknya sekolah dari rumah untuk lebih peduli dengan kesehatan mentalnya.

Kegiatan ini dilakukan selama empat hari, yakni pada hari Kamis (15/7/2021) hingga Minggu (18/7/2021). Jumlah peserta yaitu 8 orang tua yang memiliki anak usia Sekolah Dasar dan menjalani Sekolah Daring. Psikoedukasi dilaksanakan dengan mengunjungi rumah orang tua yang menjadi peserta, memberikan booklet, dan menjelaskan isi booklet secara singkat. Beberapa orang tua menceritakan keadaan anaknya dalam menjalani sekolah daring dan meminta saran mengenai cara menangani permasalahan pada anak. Berdasarkan evaluasi yang telah diisi melalui google form menunjukkan bahwa semua orang tua merasa terbantu dengan program ini. Beberapa diantaranya merasa lebih paham bagaimana cara memahami stres dan langkah apa yang perlu diambil ketika merasakan ada hal yang menekan atau stres.

Salah satu halaman booklet yang dibagikan kepada peserta program

Penulis : Mega Juniasari (Psikologi 2018)

Editor : Dr. Sunarno, S. Si., M. Si (Dosen KKN)

#KKNTimIIPeriode2021 #LPPMUndip #P2KKNUndip