UPAYA MELINDUNGI CALON GENERASI PENERUS BANGSA DARI PENGARUH BURUK LINGKUNGAN, MAHASISWA KKN UNDIP EDUKASI ANAK-ANAK BANTARAN SUNGAI DELI MENGENAI BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN ANAK

Medan – (29/07) Berlokasi tepat di bantaran Sungai Deli Kota Medan, berdiri sebuah sanggar sederhana yang diberi nama Sanggar Pendidikan Silaturrahmi. Sanggar ini didirikan sebagai sarana bagi anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan bantaran Sungai Deli Kota Medan untuk belajar bersama, bermain, bahkan sebagai tempat pertemuan masyarakat sekitar.

Pada umumnya, kawasan permukiman di bantaran sungai dikenal sebagai lingkungan buruk karena berdasarkan dimensi moral kawasan tersebut berbasis kriminalitas, kenakalan, dan perilaku menyimpang. Lingkungan yang buruk cenderung mempengaruhi tumbuh kembang anak ke arah negatif, sebab karakter anak terbentuk dari perilaku orang dewasa di sekitarnya. Sejalan dengan penuturan Bapak Hendra selaku Pembina Sanggar saat pertama sekali ditemui ketika survei lapangan, beliau mengharapkan agar Mahasiswa KKN UNDIP yang berencana melaksanakan KKN di Sanggar Pendidikan Silaturrahmi dapat mensosialisasikan mengenai Bahaya Narkoba dan Kenakalan Anak, mengingat anak-anak yang masih jauh dari kata dewasa sangat rentan terpengaruh bahkan dimanfaatkan segelintir oknum untuk melakukan perbuatan terlarang.

Oleh sebab itu, Mahasiswa KKN UNDIP merancang suatu program berbentuk sosialisasi dengan tagline ‘Generasi Penerus Bangsa dari Bantaran Sungai Deli’. Program berlangsung pada minggu keempat KKN tepatnya pada tanggal 24 dan 27 Juli 2021 dengan fokus sosialisasi hari pertama mengenai kenakalan anak dan hari kedua mengenai bahaya narkoba.  

Interaksi dengan anak-anak Sanggar Pendidikan Silaturrahmi saat mensosialisasikan mengenai Kenakalan Anak

Sosialisasi diikuti oleh anak-anak dengan rentang usia 8 tahun ke atas. Pada sosialisasi hari pertama (24/07), Mahasiswa KKN UNDIP sedikit banyaknya menjelaskan mengenai pengertian kenakalan anak baik secara umum maupun dari sudut pandang hukum, dilanjutkan dengan definisi norma, jenis-jenis norma, contoh dan sanksi norma, kemudian ditutup dengan menjelaskan bentuk-bentuk kenakalan anak dan dampak yang ditimbulkan.

Dalam pelaksanaan program, Mahasiswa KKN UNDIP turut membagikan pamflet yang dilengkapi ilustrasi menarik untuk memudahkan pemahaman anak-anak mengenai materi sosialisasi yang sedang diterangkan
Setelah sosialisasi hari pertama berakhir, Mahasiswa KKN UNDIP menempelkan poster di dalam ruang Sanggar Pendidikan Silaturrahmi

Untuk pelaksanaan sosialisasi hari kedua (27/07) materi yang diangkat adalah mengenai Bahaya Narkoba. Namun, kali ini Mahasiswa KKN UNDIP tidak melakukan langsung di sanggar melainkan melalui rekaman video yang diputar dengan bantuan rekan Mahasiswa KKN UNDIP lainnya. Rekaman video secara umum berisi pengenalan apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak negatif narkoba, sanksi hukum apabila anak berkonflik dengan hukum dalam hal ini narkoba, dan ditutup dengan beberapa anjuran yang harus dilakukan oleh anak agar terhindar dari jerat narkoba.

Dokumentasi anak-anak Sanggar Pendidikan Silaturrahmi untuk sosialisasi hari kedua mengenai Bahaya Narkoba dengan pelaksanaan dibantu oleh rekan-rekan Mahasiswa KKN UNDIP lainnya.

Dalam pelaksanaan program, anak-anak cukup antusias dan ikut serta menebak berbagai ilustrasi khususnya berkaitan dengan bentuk-bentuk kenakalan anak. Tidak hanya itu, anak-anak juga diajak mengingat kembali kenakalan apa yang pernah mereka lakukan diikuti dengan pemberian nasihat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Penulis : Chintiya Oktaviani Silitonga

Dosen Pembimbing : Fajrul Falah S.Hum., M.Hum.