GAWAT!!! PELAKU UKM MASIH MENGABAIKAN PENCATATAN KEUANGAN USAHANYA, MAHASISWA KKN UNDIP 2021 BERIKAN SOSIALISASI SEKALIGUS PELATIHAN PEMBUKUAN KEPADA MEREKA

Pemalang (24/7) –  Selama pandemi Covid-19 berlangsung, Usaha Kecil Menengah (UKM) berperan penting untuk memulihkan ekonomi nasional. Menurut survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga seperti BPS, menunjukkan bahwa banyak UKM yang merasakan dampak buruk dari pandemi. Dapat dipastikan bahwa omset pelaku UKM mengalami penurunan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, UKM perlu melakukan pengelolaan keuangan agar mampu mempertahankan usahanya. Namun beberapa pelaku UKM masih menganggap sepele pengelolaan keuangan terutama pencatatan keuangan dan pemisahan uang usaha. Kasus ini juga terjadi pada dua pelaku UKM di Desa Ujunggede, yaitu Kripik Singkong Rasa Gadung dan Cinnamon Bakery.

Oleh sebab itu, Marsha Sabrina Lillah (20), salah satu mahasiswa jurusan Akuntansi yang sedang melaksanakan kegiatan KKN TIM II UNDIP 2021 membuat program pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sosialisasi pembukuan keuangan sederhana dengan sasaran program UKM di Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Program ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 24 Juli dan 29 Juli 2021 secara door to door  ke dua pelaku UKM, yaitu Kripik Singkong Rasa Gadung dan Cinnamon Bakery.

Sosialisasi pertama (24/7) dilakukan dengan mengunjungi tempat usaha UKM kripik singkong rasa gadung. Latipah (59) sebagai pemilik usaha menyambut hangat kedatangan kami. Pada kegiatan ini, Latipah diberikan materi mengenai pentingnya melakukan pembukuan. Tak hanya dibekali materi, namun juga diberi buku kas sekaligus diajarkan cara menggunakannya. UKM milik Latipah adalah salah satu UKM yang sejak dahulu belum menerapkan pembukuan untuk usahanya. Akibatnya, seringkali ia tidak bisa mengetahui dengan jelas dan rinci berapa pengeluaran dan pemasukan usaha miliknya. “Saya belum pernah membuat pembukuan karena kata suami tidak usah dan dari dulu tidak ada yang mengajarkan cara membuatnya,” jelas Latipah.

Pelatihan pembukuan bersama Latipah, Pemilik Kripik Singkong Rasa Gadung

Sosialisasi kedua (29/7) juga dilakukan dengan mengunjungi langsung tempat usaha Cinnamon Bakery milik Eva Bastiarani (31). Materi yang diberikan masih sama dengan sosialisasi sebelumnya, yakni mengenai pentingnya melakukan pembukuan sekaligus pemberian buku kas. Berbeda dengan usaha milik Latipah, usaha Eva sudah melakukan pembukuan sederhana namun pelaksanaannya tidak teratur. “Saya si udah buat bukunya, tapi kadang malas dan tidak sempat,” tutur Eva. Selain pencatatan yang tidak teratur, ia juga masih mencampur uang pribadi dengan uang usaha. Untuk itu, diberikan arahan lebih jauh mengapa ia perlu mencatat keuangan dengan disiplin dan wajib memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.

Pelatihan pembukuan bersama Eva, pemilik Cinnamon Bakery

Hasil yang diharapkan dari sosialisasi dan pelatihan ini adalah dapat memberikan pengetahuan serta keterampilan UKM dalam mengelola usahanya terutama tentang pentingnya pembukuan dan pencatatan keuangan, sehingga pengeluaran dan pemasukan dapat diketahui dengan rinci yang nantinya akan memudahkan usaha dalam melakukan evaluasi usaha untuk mengembangkan bisnisnya dan demi kelancaran perputaran modal.

Baik Latipah maupun Eva, sama-sama menyambut dengan gembira dan mengapresiasi program ini. “Sudah banyak mahasiswa KKN yang datang kesini, namun baru pertama kali ini saya diajarkan pembukuan. Dengan pelatihan ini, yang dulunya tidak membuat pembukuan, sekarang jadi bisa membuat pembukuan,” ujar Latipah. Tak lupa, Eva juga memberikan kesan serta harapannya setelah mengikuti pelatihan ini. “Pelatihan ini bisa membuat pencatatan keuangan saya lebih tertata dan semoga bisa bermenfaat bagi usaha kami,” tuturnya.