MAHASISWA KKN UNDIP MELAKUKAN SOSIALISASI MENGENAI KONSERVASI SUMBER DAYA AIR MENGGUNAKAN SUMUR RESAPAN DI RT 03 RW 02 RANDUACIR KECAMATAN ARGOMULYO, KOTA SALATIGA

Salatiga (03/08/2021) – Kebutuhan air bersih dengan kelayakan mutu terjamin merupakan kebutuhan pokok manusia. Namun, berkurangnya lahan hijau terutama di wilayah permukiman atau pemukiman penduduk, membuat penyerapan air ke dalam tanah menjadi sulit. Dampak tidak langsungnya adalah berkurangnya ketersediaan cadangan air tanah yang bisa digunakan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan konservasi sumber daya air oleh pemerintah yang dibarengi dengan masyarakat. Salah satu solusi yang dapat diterapkan oleh masyarakat untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat sumur resapan.

Sumur resapan dapat mengurangi aliran air di permukaan ketika hujan dan memasukkan air hujan langsung ke dalam tanah. Pembuatan sumur resapan ini lebih cocok dilakukan di daerah permukiman dengan daerah resapan air yang minim. Usaha konservasi sumber daya air ini juga mendukung pencapaian tujuan poin ke-6 dalam SDGs 2030 yaitu “Memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang layak dan sanitasi yang berkelanjutan bagi semua”.

Berdasarkan hasil survei dan observasi langsung, didapatkan hasil bahwa beberapa titik di RT 03 RW 02 Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga ketika musim kemarau mengalami kekeringan, dimana sumur air bersihnya “asat” / berkurang pasokan airnya. Hal ini dikarenakan masyarakat kurang memiliki wawasan dan ilmu teknis mengenai konservasi sumber daya air menggunakan sumur resapan, yang sangat penting dan bermanfaat untuk mencegah kekeringan. Masyarakat disini masih berpikir bahwa sumur resapan hanya diperuntukan untuk permukiman padat penduduk dan di daerah perkotaaan saja, sedangkan disini berada di dekat daerah perbatasan Kota Salatiga yang masih memiliki cukup ruang terbuka hijau.

Oleh karena itu Mahasiswa KKN Undip, Antonius Henry Eka Susanto dari Program Studi S1-Teknik Sipil melakukan pendekatan pada masyarakat secara langsung dengan mengunjungi rumah ke rumah dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat pada masyarakat yang tidak memiliki media sosial terutama WhatsApp, sehingga tidak bisa mengikuti sosialisasi secara online. Bagi masyarakat yang memiliki media sosial dan masuk WhatsApp Group terutama Ibu-ibu PKK RW 02, sosialisasi dilakukan dengan membagikan poster dan modul, dilengkapi sesi tanya jawab. Poster dan modul juga dikirimkan ke Bapak RT 03 dan RW 02 untuk disebarkan ke masyarakat via WhatsApp. Kedua metode sosialiasi ini mengacu pada permasalahan persediaan sumber daya air, pengertian sumur resapan, pentingnya sumur resapan, manfaat sumur resapan, persyaratan teknis sumur resapan, tipe sumur resapan, jarak sumur resapan terhadap bangunan, dan langkah-langkah pembuatan sumur resapan.

Sosialisasi Secara Offline Menggunakan Poster dan Modul
Sosialisasi Secara Online Menggunakan Poster dan Modul

Mahasiswa KKN Undip, Henry juga melakukan penempelan poster di tempat pelaksanaan pusat kegiatan kesehatan masyarakat. Dengan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya dan manfaat dari sumur resapan dalam konservasi sumber daya air. Masyarakat juga diharapkan dapat memahami ilmu teknis dan dapat menggunakan sumur resapan untuk mencegah kekeringan di beberapa titik, serta kegiatan konservasi sumber daya air dapat dimulai dari lingkungan rumah, RT dan RW melalui pembuatan sumur resapan.

Penempelan Poster di Tempat Pelaksanaan Pusat Kegiatan Kesehatan Masyarakat