Kondisi Ekonomi Menurun Selama Pandemi, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Pentingnya Kewirausahaan dan Perencanaan Keuangan yang Baik Hingga Pembukuan Sederhana

Pemberian dan Penjelasan Materi

Semarang, Jatingaleh (03/08). Pandemi virus corona yang masih melekat di Indonesia, Universitas Diponegoro tetap menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertemakan pulang kampung. Ini bukan kali pertama Undip melaksanakan KKN dengan situasi pandemi sehingga dalam pelaksanaannya dapat diantisipasi agar mahasiswa KKN tidak tertular virus corona. Akan tetapi, pada awal periode ini bersamaan dengan peningkatan virus corona di Indonesia sehingga terdapat penerapan Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah, salah satunya adalah Semarang. Lokasi yang juga terdampak penerapan PPKM yang mana juga merupakan salah satu tempat pengabdian yaitu Kelurahan Jatingaleh, Kota Semarang.

Dampak yang paling mungkin timbul dari adanya pandemi ini yaitu bidang ekonomi. Pemerintah juga berusaha dalam mengatasi permasalahan tersebut karena keselamatan dan ketahanan ekonomi masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah, selain dari menekan laju penularan virus corona. Bidang ekonomi yang sangat terdampak besar merupakan ekonomi keluarga, terutama untuk keluarga menengah ke bawah yang menggantungkan hidupnya pada pendapatan harian. Dampak tersebut dimulai dengan adanya kebijakan Pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, seperti physical distancing, social distancing, PSBB serta PPKM, sehingga perputaran ekonomi juga berkurang.

Dalam perekonomian keluarga selama pandemi memang dibutuhkan suatu perubahan dan juga adaptasi agar ekonomi keluarga tidak semakin berkurang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memulai atau mengembangkan kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Memulai kegiatan usaha dapat dimulai dari pengetahuan dasar mengenai kewirausahaan dan juga dapat dilakukan oleh siapapun, baik anak remaja hingga orang dewasa. Apabila ingin mengembangkan kegiatan usahanya maka dapat memanfaatkan promosi melalui platform online yang sudah sangat banyak saat ini. Selain itu juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengatur ekonomi keluarga agar tetap stabil di masa pandemi, terutama untuk ibu-ibu sebagai pengatur keuangan keluarga. Untuk UMKM yang sudah berjalan, pembukuan merupakan langkah yang sangat penting selama pandemi karena bisa dijadikan sebagai perencana usaha ke depannya. Melalui pembukuan, semua biaya untuk proses produksi dan biaya operasional usaha akan diketahui dengan jelas.

Melihat fenomena yang didapatkan selama pandemi ini dan juga terjadi di Kelurahan Jatingaleh maka mahasiswa KKN Undip mencoba memberikan sosialisasi edukasi yang berisikan solusi yang diharapkan nantinya akan membantu masyarakat di Kelurahan Jatingaleh dalam hal berwirausaha, mengatur ekonomi keluarga, dan pembukuan yang digunakan oleh UMKM atau juga dapat digunakan oleh keluarga karena penggunaannya yang mudah.

Pada minggu-minggu awal pelaksanaan program kerja ini memang sangat terbatas karena saat itu terdapat awal pelaksanaan kegiatan PPKM sehingga sebisa mungkin mengurangi terjadinya kerumunan. Solusi awal yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip adalah dengan sosialisasi edukasi melalui daring. Karena terbatasnya juga pengetahuan warga RT.02 Kelurahan Jatingaleh mengenai penggunaan teknologi seperti zoom dan lainnya maka kegiatan sosialisasi edukasi ini dilakukan dengan pemberian materi melalui grup whatsapp ibu-ibu PKK RT. 02. Materi yang diberikan berbentuk modul dan video agar dapat mudah dipahami sehingga dapat bermanfaat walaupun melalui daring.

Minggu setelah berakhirnya PPKM darurat, dimulailah pemberian sosialisasi edukasi door-to-door kepada warga Kelurahan Jatingaleh dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang baik. Mahasiswa KKN Undip menjelaskan secara singkat mengenai materinya dan juga ada pemberian bentuk secara fisik berupa buku modul dan brosur. Buku modul dan brosur yang diberikan dibuat lebih menarik agar masyarakat tertarik untuk membacanya dan juga mudah diterima. Sasaran target dari pemberian sosialisasi ini bukan hanya untuk ibu-ibu saja, melainkan juga untuk anak remaja agar tertarik dengan wirausaha dan dapat mengembangkannya jika sudah mempunyai usaha.

Memulai untuk berwirausaha memerlukan pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan, sifat-sifat yang harus dimiliki dan dihindari, dan analisis SWOT, serta perpajakan UMKM. Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh wirausaha yang baik dan handal yaitu :

  • Memiliki rasa percaya diri dan sikap mandiri yang tinggi
  • Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang usaha yang menguntungkan
  • Berani mengambil risiko dan suka terhadap tantangan
  • Tidak meniru orang lain
  • Mampu memimpin diri sendiri dan orang lain
  • Kreatif dalam menciptakan peluang pasar
  • Berorientasi pada masa depan

Langkah awal dalam memulai berwirausaha selain mempunyai modal yaitu dengan menemukan peluang dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar dengan melihat potensi daerahnya. Setelah itu dapat dibuat analisis SWOT (strenght, weakness, opportunities, threats) untuk melihat keunggulan dan kelemahan dari jenis usaha yang sudah ditentukan. Tidak kalah penting juga bagi UMKM untuk mengenali perpajakan karena itu akan sangat membantu jika nantinya usaha akan terus berkembang.

Selain itu juga UMKM harus dapat mengerti pembukuan karena dapat melihat perkembangan dari usaha yang dijalankan. Pembukuan sederhana secara manual dapat dilakukan dengan membuat dua sisi yaitu penerimaan dan pengeluaran uang. Akan tetapi, di era digital sekarang ini, pembukuan sudah dipermudah dengan penggunaan aplikasi melalui smartphone. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan yaitu Akuntansi UKM. Aplikasi ini cocok digunakan oleh pelaku UMKM dan keluarga dalam mengelola keuangannya. Penggunaan aplikasi ini dimulai dengan mengunduhnya pada Google Playstore atau Appstore dan setelahnya mengisi profil data usaha. Berikutnya aplikasi tersebut dapat langsung digunakan dengan mencatat transaksi setiap harinya. Dengan aplikasi ini, pelaku UMKM bisa lebih mudah menyusun laporan keuangan karena secara otomatis akan langsung keluar laporan keuangannya setelah mencatat transaksinya. Modul yang dibagikan sudah berisi tata cara pembukuan sederhana secara manual dan tata cara penggunaan aplikasi Akuntansi UKM secara ringkas dan jelas.

Brosur yang diberikan kepada warga Kelurahan Jatingaleh yang berisikan perencanaan keuangan keluarga juga dijelaskan secara ringkas dan mudah dipahami. Perencanaan keuangan keluarga dibutuhkan karena kita dapat mengetahui kondisi ekonomi sekarang agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan skala prioritas atau menyusun anggaran dengan memerhatikan alokasi yang ideal. Kebanyakan perencanaan keuangan itu gagal karena tidak dapat mengatur pengeluaran kecil karena sifatnya yang tidak terdeteksi, tetapi berpengaruh jika berlebihan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, warga Kelurahan Jatingaleh dapat lebih tertarik dalam kewirausahaan dan melakukan pembukuan yang baik walaupun sederhana. Pembukuan yang baik dengan adanya laporan keuangan membuat pelaku usaha mengambil keputusan yang tepat dan akurat. Selain itu juga diharapkan dengan sosialisasi ini, warga Kelurahan Jatingaleh dapat mengatur keuangannya terutama selama pandemi dengan tetap memerhatikan prioritas utama yang memang sangat dibutuhkan.

Penulis : Made Indra Astrawan

DPL : Ir. Wahju Krisna Hidajat,M.T

Lokasi : Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang