Waspada Bencana Longsor Dapat Terjadi Disekitar Kita !! Mari Kita Sigap dan Tanggap Dalam Menangani Bencana Tanah Longsor !! Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tahun 2020/2021 Membuat Peta Zona Rawan Tanah Longsor dan Poster Mitigasi bencana Tanah Longsor Untuk Kelurahan Bulusan.

Semarang (01/08/21), Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh gejala – gejala alam yang dapat mengakibatkan suatu kerusakan baik lingkungan, kerugian materi baik material / non material , dan korban manusia. Negara Indonesia terletak pada zona konvergen pada tiga lempeng besar yaitu Eurasia, lempeng Indo – Australia dan lempeng Pasifik (Massinai,2013) hal ini membuat Indonesia setiap tahunnya sering terjadi bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung api, tanah longsor akibat iklim/pengaruh tektonisme dan banjir akibat iklim curah hujan yang tinggi setiap tahunnya, serta tak luput cadangan sumber daya alam yang cukup banyak yang nantinya dapat dikembangkan oleh masyarakat sekitar Bulusan untuk mengangkat nilai perekonomian rakyat dari sumber daya pertambangan galian C, perkebunan, perikanan dan lainnya . Seiring banyaknya kejadian bencana alam yang muncul beberapa tahun ini, pemerintah daerah dan masyarakat harus lebih peduli dengan kondisi lingkungan sekitar dengan menerapkan sigap dan tanggap dalam menangani bencana alam  guna mengurangi dan mencegah dampak yang merugikan akibat bencana alam tersebut salah satunya tanah longsor yang berada di Kelurahan Bulusan , Kecamatan Tembalang ,Kota Semarang.

Dalam menyikapi hal tersebut mahasiswa S1-Teknik Geologi Universitas Diponegoro dalam melaksanakan kegiatan KKN periode 2020/2021 di Kelurahan Bulusan , Kecamatan Tembalang, Kota Semarang membuat peta persebaran zona rawan longsor dan potensi sumber daya alam kelurahan Bulusan, serta poster mitigasi bencana tanah longsor  sebagai pembelajaran dan informasi terkait langkah-langkah yang harus dilakukan pada fase pre, syn, dan post bencana tanah longsor.

Data hasil survei lapangan yang ditemukan kondisi daerah Bulusan berpotensi terjadi bencana longsor. Longsor atau gerakan tanah merupakan perpindahan massa tanah ke daerah yang lebih rendah, sehingga dapat menyebabkan terbentuknya suatu lapisan baru akibat dari timbunan hasil longsoran dengan karakteristik sifat fisik tanah yang berbeda dari sebelumnya. hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti gempa bumi, penambangan pada lereng terjal, kondisi topografi, intensitas hujan & defortasi dan intensitas pelapukan batuan tinggi. Aspek – aspek yang ada kemudian dijadikan parameter untuk pengolahan data dan juga beberapa data sekunder untuk melengkapi data lainnya seperti data curah hujan . Pengolahan data tersebut menggunakan software Arcmap 10.6.1 yang kemudian memberikan hasil titik – titik potensi bencana longsor di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Poster Persebaran Zona Rawan Tanah Longsor dan Potensi Sumber Daya Alam Kelurahan Bulusan, KecamatanTembalang, Kota Semarang

Daerah Kelurahan Bulusan memiliki 4 formasi batuan (litologi) yaitu Endapan Aluvium (Qa), Formasi Damar (Qtd) tersusun atas (batupasir tufaan,konglomerat dan breksi volkanik), Formasi Kaligetas (Qpkg) tersusun atas (breksi dan lahar dengan sisipan lava dan tuf) dan Formasi Kalibeng (Tmpk) tersusun atas (napal,batupasir tufaan dan batugamping). Dari ke 4 formasi batuan yang ada setiap batuan memiliki karakteristik yang berbeda hal ini merupakan faktor gerakan tanah/ tanah longsor terjadi dimana setiap batuan memiliki porositas (pori – pori dalam batuan) yang berbeda. Pada batupasir tufaan memiliki ciri yaitu pori pori yang dimana ini sebagai jalur air masuk kedalam batuan kemudian sifatnya mudah menyimpan dan mengalirkan air yang ada, nanti nya batuan ini lama kelamaan akan jenuh sehingga akan terjadi proses erosional dan transportasi.  Faktor lain pada daerah Kelurahan Bulusan dijumpai struktur geologi berupa  sesar didaerah litologi batuan vulkanik, dimana sesar ini juga merupakan faktor utama terjadi nya tanah longsor yang ada di Kelurahan Bulusan.

Pori – pori (Porositas pada suatu batuan)

Selain mengetahui faktor –  faktor penyebab bencana alam tanah longsor masyarakat harus memahami  bagaimana menangani dengan sigap dan tanggap  jika suatu saat nanti terjadi bencana tanah longsor. Maka pembuatan poster mitigasi pencegahan & penanggulangan tanah longsor dibuat betujuan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat terkhusunya untuk mengurangi dampak merugikan yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.


Poster Mitigasi Pencegahan & Penanggulangan Tanah Longsor

Oleh : Said Ihza Prayudha (21100118140033)

Dosen Pembimbing : Rosa Amalia,S.Pi.,M.Si.

KKN UNDIP 2021