PANDEMI BIKIN STRES! MAHASISWA PSIKOLOGI UNDIP BERI CARA KELOLA STRES YANG AMPUH

E-Book Keloal Stres di Masa Pandemi Covid-19

Adanya virus Covid-19 ini menjadi guncangan terbesar bagi semua negara termasuk Indonesia. Terlebih lagi kasus terkonfimasi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 3 juta kasus. Dalam upaya mencegah penyebaran virus ini, masyarakat dunia, khususnya di Indonesia menerapkan Social Distancing. Mereka membatasi dirinya untuk tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain dan tetap berada di rumah untuk mencegahnya terjangkit virus COVID-19. Keseharian mereka pun menjadi terhambat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dan berpergian ke berbagai tempat seperti kantor, sekolah, mall, dll sampai waktu yang belum ditentukan. Segala kegiatan yang biasa dilakukan di luar rumah diberhentikan untuk sementara dan seluruh masyarakat dihimbau untuk tetap berada di rumah masing-masing. Akibatnya, kondisi tidak biasa tersebut membuat semua kalangan terpaksa harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru. Padahal tidak semua orang dapat menyesuaikan hal baru tersebut dan malah menimbulkan stres tersendiri.

Akibat kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga usai ini dapat berpotensi melahirkan rasa takut, stres, dan cemas di masyarakat. Jika tidak ditangani dengan baik, stres yang berlebih akan rentan menimbulkan gejala penyakit, termasuk di antaranya gejala Covid-19 ini. Masyarakat akan mengalami stres dengan berbagai gejala seperti ketakutan dan khawatir ketika sering mendapatkan informasi-informasi yang telah didengarkan dan dibaca dari media massa semakin wabah Covid-19 ini semakin hari semakin meningkat. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam situasi seperti ini, merupakan hal yang berpotensi untuk menjadi kondisi yang dapat menimbulkan stres bagi semua orang mulai dari anak sampai lansia.

Padahal, stres dapat memengaruhi sistem imunitas tubuh manusia. Saat stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Akibatnya, tubuh mengalami peradangan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, stres juga dapat menurunkan kadar limfosit atau sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Semakin rendah tingkat limfosit, semakin tinggi risiko kita terkena virus. Banyaknya informasi simpang siur mengenai penyebaran Covid-19 akan semakin mengundang ketakutan dan kecemasan.

Melihat kondisi tersebut, Seorang mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro yang bernama Arantza dan sedang melakukan KKN di memberikan psikoedukasi dengan memberikan E-Book kepada warga RW 21 Kelurahan Sendangmulyo mengenai pengelolaan stres pada masa pandemi Covid-19 ini.

E-Book Kelola Stres di Masa Pandemi Covid-19

Didalam ebook yang diberikan kepada warga  ini bukan hanya memberikan cara untuk mengelola stres saja. Namun mahasiswa ini juga mengenalkan tentang stres itu sendiri apa, ruang lingkup dari stres, gejala stres, mengenalkan manajemen stres dan juga memberi tips bagaimana menghadapi orang yang stres berat. Dan perlu kita ketahui, pada dasarnya stres sudah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari dan selalu muncul dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun kita tidak memiliki kendali terhadap penyebab stres, namun kita kita mampu mengontrol bagaimana kita bereaksi terhadap stres tersebut.

Pelaksanaan Psikoedukasi via WhatsApp

Program psikoedukasi ini dilaksanakan melalui WhatsApp Group PKK RW 21 Kelurahan Sendangmulyo yang nantinya akan diteruskan kepada Grup PKK RT yang terdapat di seluruh RW 21. Hal tersebut dilakukan karena adanya pemberlakuan aturan PPKM yang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan secara langsung. Saat pemberian psikoedukasi yang berupa E-Book ini ibu-ibu PKK ini cukup antusias dengan sharing cara mereka mengelola stres dan memberikan beberapa respon yang positif lainnya.

Penulis : Arantza Karisma Putri

Fakultas : Psikologi

DPL : Drs. Eko Ariyanto, MT.