Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Membantu Pemerintah Melaksanakan Vaksinasi Untuk Menurunkan Angka Covid-19 Di Srondol Kulon

Gambar 1. Vaksinasi di Kelurahan Srondol Kulon yang dihadiri oleh Walikota Semarang yaitu Bapak H. Hendrar Prihadi, S.E, M.M.

Semarang (21/07) Pemerintah Kota Semarang meminta kelurahan srondol kulon untuk melaksanakan vaksinasi. Kelurahan srondol kulon dengan bantuan mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan  Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada program vaksinasi Covid-19 yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut. Para ahli Kesehatan menjelaskan bahwa vaksin bukanlah obat yang benar-benar dapat menghilangkan Covid-19 dari tubuh manusia, melainkan hanya salah satu dari beberapa cara untuk mencegah dan mengurangi penyebaran virus Covid-19. Seseorang yang telah divaksin lengkap sekalipun tidak boleh lengah untuk secara bebas beraktifitas tanpa menerapkan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan).

Kegiatan Vaksinasi yang dimulai pada tanggal 22 Juli 2021 dipenuhi oleh antusiasme warga yang datang sedari pagi. Bayangkan saja, di hari pertama para panitia sudah sibuk melayani warga srondol kulon yang bersemangat untuk melaksanakan vaksin pada jam 7 pagi.  Pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan khidmat dan selesai sepenuhnya pada jam 2 siang hari. Ternyata antusiasme warga untuk melakukan vaksin tidak selesai di hari itu saja, hari-hari berikutnya sentra vaksinasi tetap dipenuhi oleh warga baik dari dalam domisili maupun luar domisili. Sayangnya, pelayanan vaksinasi ini berakhir setelah seminggu pelaksanaan tepatnya pada tanggal 31 Juli 2021.

Vaksinasi tersebut bertempat di Pasar Srondol yang berada di kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Pasar tersebut tepatnya berada didalam gang yang berada disebelah SPBU Srondol. Sekitar 100 meter kedalam gang, tampak gedung yang cukup besar berwarna merah dan putih yang sangat berbeda dari gedung sekitarnya sehingga gedung tersebut sangat mudah untuk ditemukan bagi masyarakat yang mencarinya.

Dijumpai saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Srondol Kulon, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan jika kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan dengan menggandeng Kelurahan Srondol Kulon, Kodim 0733 BS/Semarang dan Polrestabes Semarang. “Hari ini telah dilaksanakan kegiatan vaksinasi di Pasar UMKM Srondol Kulon, ini merupakan hasil kerjasama dengan TNI Polri yaitu Dandim, Polrestabes dan juga Pemerintah Kota Semarang” ujar Hendi.

Kelurahan Srondol Kulon beserta Puskesmas Srondol Kulon mengadakan Vaksinasi di Pasar Srondol yang dilaksanakan sebagai upaya dari Pemerintah Kota Semarang agar warganya dapat mencapai herd immunity dengan lebih cepat sekaligus untuk menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga. Kelurahan Srondol Kulon termasuk ke dalam salah satu Kelurahan di Kecamatan Banyumanik dengan kasus positif Covid-19 yang tertinggi bahkan di beberapa RT maupun RW sampai menyebabkan kematian, bersama dengan Kelurahan Srondol Wetan, Pudak Payung, dan Banyumanik, sehingga Pasar Srondol dipilih sebagai lokasi yang strategis untuk diadakannya vaksinasi bagi warga Kelurahan Srondol Kulon. Dengan adanya vaksinasi ini di harapkan dapat menekan angka terpaparnya virus corona di kalangan warga Kelurahan Srondol Kulon. Bantuan Sosial Tunai (BST) diberikan kepada warga sekitar wilayah Srondol Kulon yang perekonomiannya mengalami gangguan atau menurun karena terkena dampak adanya peraturan PPKM Darurat, hal ini dilakukan karena melihat realita banyaknya warga di wilayah Srondol Kulon yang bidang pekerjaannya terganggu dengan adanya peraturan PPKM Darurat, sehingga pihak lurah milai mendata beberapa warganya yang nantinya akan di berikan BST dan berharap dengan adannya BST ini dapat sedikit membatu bidang perekonomian warga yang terdampak adanya PPKM Darurat.

Vaksinasi yang dilakukan oleh pihak kelurahan srondol kulon  beserta puskesmas srondol disambut baik oleh warga masyarakat, baik dari remaja hingga usia lansia di wilayah srondol kulon. Hal ini dapat Dibuktikan bahwa setiap hari dilakukannya vaksinasi, stok vaksin yang dibawa oleh pihak puskesmas selalu habis dan bahkan masih kurang. Hal ini menandakan bahwa masyarakat sangat menyambut baik kegiatan program ini dan sikap masyarakat akan melindungi diri atau sikap preventif dari penyebaran virus Covid-19 di kategorikan lumayan tinggi. Diharapkan program vaksinasi mikro yang telah dilakukan ini mampu menurunkan persebaran kasus covid-19 di wilayah srondol kulon.

Gambar 2. Kondisi vaksinasi yang dipimpin langsung oleh Ibu Sri Rahayuningsih S.Sos, M.M selaku Lurah Srondol Kulon di Pasar Srondol Kulon

Selain itu, Program KKN yang dilakukan oleh TIM II KKN UNDIP wilayah Srondol Kulon di sambut dengan baik dan mendapat dukungan yang baik. Hal ini dapat dibuktikan pada saat pemasangan MMT mengenai Protokol Kesehatan TIM II KKN UNDIP yang dibantu oleh pihak  RT dan masyarakat. Kemudian adanya penyerahan alat injak handsanitizer juga disambut baik oleh warga RW 05 yang akan diletakkan di masjid agar dapat digunakan masyarakat. TIM II KKN UNDIP juga memberikan video mengenai pengenalan gejala baru Covid-19 Varian Delta serta Video mengenai Pembuatan Alat Injak untuk Handsanitizer. Pemberian video ini diharapkan mampu menambah ilmu bagi masyarakat untuk dapat menjegah dan melindungi diri dari virus Covid-19.

Dosen Pembimbing :

Prof. Ir. Edy Darmawan, M.Eng.

Daftar Penulis:

  1. Josephine Rachelia Meruvishnu (Fakultas Ekonomika dan Bisnis)
  2. Bernadette Rosariana Bulin (Fakultas Hukum)
  3. Fara Shabira Almega (Fakultas Hukum)
  4. Fahmi Ilham A (Fakultas Hukum)
  5. Hanif Eka Septiana (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
  6. Andhika Rakasiwi Hetu Hakiki (Fakultas Hukum)
  7. Reza Achmad Fahrozi (Fakultas Peternakan dan Pertanian)
  8. Bryan Terra Alderino Sianipar (Fakultas Hukum)
  9. Farizka Annas Maulana (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)