Samiran Patuh, Boyolali Terendah

Boyolali (4/8/2021) Desa Samiran di Kecamatan Selo sedang dilaksanakan kegiatan KKN Tim II Undip yang memiliki tema “Pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi covid-19 berbasis pada tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs”. Universitas Diponegoro berfokus pada menguatkan dan memantapkan masyarakat di tengah pandemi.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa PPKM darurat. Kebijakan tersebut menekankan kepada masyarakat bahwa kegiatan ekonomi dan kemasyarakatan tetap boleh dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan covid-19 dan syarat-syarat yang diberlakukan. Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang sama dengan masyarakat untuk saling mengingatkan satu sama lain. Pandemi tidak hanya terdampak pada satu orang atau satu golongan tertentu. Pandemi berdampak pada seluruh golongan. Sudah semestinya kita punya rasa satu sepenanggungan. Dahulu salah satu alasan para pendahulu Indonesia menjadi bersatu adalah satu penderitaan yang sama yaitu bahwa Indonesia dijajah. Sekarang kita juga memiliki keadaan yang serupa yaitu penderitaan yang sama yaitu pandemi coid-19. Sejarah akan terulang, Keperkasaan dan Kemampuan Resilien bangsa ini akan diperlihatkan sekali lagi.

Masyarakat Kecamatan selalu bahu membahu membantu sesama selama situasi covid-19 menyerang desa. Terbuktu bahwa Kecamatan Selo menjadi salah satu Kecamatan terendah  dengan kasus penyebaran total 236 kasus per tanggal 2 Agustus 2021 dilansir dari data Dinas Kesehatan Kota Boyolali. Kecamatan Selo hanya kalah dari Kecamatan karang gede yang memiliki kasus total sejumlah 182 kasus. Bukti selain statistik data kesehatan adalah bahwa masyarakat Kecamatan Selo utamanya Desa Samiran bersama bantu penuhi kebutuhan sandang dan pangan kepada setiap warga yang melaksanakan isolasi mandiri. Bantuan juga bukan hanya berupa sandang dan pangan, hal lain yang dilakukan adalah kebun yang dimiliki oleh wargayang menjalani isolasi mandiri akan dikerjakan secara bergantian oleh warga lain yang sehat dan bugar. Kegiatan gotong royong dan bahu membahu ini merupakan cerminan masa depan yang diimpikan oleh Bung Karno. Seandainya Bung Karno masih ada, mungkin Ia akan tersenyum sekaligus bangga karena bangsa yang dibesarkannya telah tumbuh dewasa dengan berkepribadian luhur.

Mahasiswa KKN Tim II Undip yang berdomisili di Desa Samiran melakukan upaya untuk saling mengingatkan. Salah satu cara yang diambil yaitu dengan pemasangan MMT ‘ajakan untuk mematuhi protokol kesehatan’, dan ‘edukasi cuci tangan yang baik dan benar’. MMT dipasang pada tempat-tempat vital Desa Samiran yaitu di jalan utama, pasar, taman, tempat ibadah, tempat nongkrong dan berkerumunnya warga. Desain MMT dibuat sederhana dan menarik agar masyarakat tidak jebuh serta bisa mendapatkan pesan kampanye yang diangkat dengan baik.


#KKNtimIIperiode2021
#LPPMUndip#p2kknundip#undip

Penulis: Naufal Muhammad Agil

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Mahfudz, SE., MT