Kasus COVID-19 Terus Meledak, Mahasiswa UNDIP ajarkan jurus lawan COVID-19 guna mencegah penyebaran COVID-19

Kepuh, Batang (28/7) – COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 atau lebih umum dikenal dengan virus corona. Virus ini menyerang sistem pernafasan manusia dan gejala yang ditimbulkan dimulai dari demam, batuk, hilangnya penciuman, tidak dapat merasakan rasa dari makanan dan yang paling parah adalah kematian. Bagi orang yang memiliki imun tubuh lebih kuat, gejala-gejala tersebut sulit terlihat dan harus dilakukan tes khusus untuk mengetahui apakah terpapar virus corona atau tidak. Orang-orang tersebut bisa saja sudah terpapar virus corona akan tetapi tidak diketahui karena tidak ada gejala yang ditunjukan.

Cara pencegahan penyebaran COVID-19 merupakan hal yang harus dipahami oleh masyarakat. Sejumlah himbauan telah disampaikan oleh pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Seluruh elemen masyarakat pun diharapkan dapat turut serta membantu agar penularan virus tersebut dapat teratasi. Sebagai akademisi, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) pun juga ikut andil dalam menangani pandemi ini. Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UNDIP adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Universitas Diponegoro menjadi salah satu universitas yang melaksanakan kegiatan KKN di tengah pandemi COVID-19, namun dalam pelaksanaan kegiatan KKN ini mahasiswa yang terjun ke lokasi KKN selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mematuhi kebijakan yang berlaku. KKN Universitas Diponegoro berlangsung sejak tanggal 30 Juni 2021 dan akan berakhir pada tanggal 12 Agustus 2021 dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam KKN TIM II UNDIP 2021 Jurusan Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Fida Fauziyyah, melakukan sosialisasi pencegahan COVID-19. Sosialisasi ini ditujukan kepada masyarakat Desa Kepuh Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Tujuan dari kegiatan ini adalah masyarakat mendapatkan pencerdasan mengenai cara pencegahan penyebaran COVID-19 sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Kepuh mengenai bahaya COVID-19.  

“Banyak masyarakat yang masih abai protokol kesehatan, akibatnya tingkat penularan COVID-19 masih terus meninggi. Sehingga diperlukan sosialisasi peningkatan disiplin protokol kesehatan di tengah masyarakat,” ujar Fida

Kegiatan sosialisasi dilakukan secara online melalui WhatsApp Group PKK Desa Kepuh pada Hari Minggu (18/07/2021) dan secara offline dengan door to door. Sosialisasi secara online dilakukan dengan membagikan materi tentang “Upaya Promosi Kesehatan Untuk Pencegahan COVID-19”, video dan poster tentang cara pencegahan COVID-19 untuk melindungi diri sendiri dan orang lain melalui WhatsApp Group. Sedangkan sosialisasi secara offline dilakukan dengan door to door sekaligus pemasangan dan pembagian pamflet kepada masyarakat. Pamflet ini merupakan salah satu cara untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19. Pembagian dari pamflet dipilih karena proses pembuatannya tidak terlalu sulit dan lebih praktis saat akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan tidak memerlukan waktu dan biaya yang cukup mahal untuk pembuatannya. Dengan adanya pamflet pencegahan COVID-19 ini, diharapkan seluruh masyarakat memperoleh edukasi yang sama terkait langkah pencegahan COVID-19 dan selalu menaati protokol kesehatan yang diberikan. Kegiatan tersebut  mendapat respon positif dari aparat pemerintahan dan masyarakat desa setempat.

Penempelan poster di Balai Desa Kepuh, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang
Penempelan poster di tempat umum seperti masjid, pos ronda, dan lain-lain
Sosialisasi kepada masyarakat Desa Kepuh secara door to door

“Terima kasih mbak, dengan adanya sosialisasi seperti ini mudah-mudahan warga Desa Kepuh semakin sadar akan pentingnya menaati protokol kesehatan, sehingga kita bisa melindungi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain,” ungkap salah satu anggota PKK.

DPL: Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM