DIMASA PANDEMI PARA UMKM BANGKRUT? MAHASISWA UNDIP EDUKASI PENTINGNYA UMKM GO-DIGITAL

Survey UMKM Wilayah Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan

Bringin, Semarang Barat (03/08) Dimasa pandemi ini puluhan juta UMKM bangkrut. Tingkat penularan COVID-19 yang terus melonjak membuat pemerintah terpaksa menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini bernama PPKM berlevel satu hingga empat. Dampak dari diberlakukannya PPKM tersebut membuat para pelaku usaha mikro kecil dan menengah harus tutup. Menuju upaya digitalisasi UMKM tentu menjadi suatu langkah untuk membantu pelaku UMKM.  Tetapi disamping itu proses untuk berubah ke digitalisasi terdapat kendala yang muncul. Salah satunya yaitu kurangnya edukasi. Melihat kenyataan, dari sisi konsumen dan para pelaku UMKM itu sendiri terkait kemampuan dalam penggunaan aplikasi, namun perubahan itu pun harus tetap dilakukan agar para pelaku UMKM dapat bangkit, serta lebih maju sehingga mampu menghadapi kondisi new normal.

Digitalisasi UMKM yang beralih ke pola penjualan secara online melalui marketplace menjadi suatu pemecah masalah bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menggerakan digitalisasi dan mempermudah para pelaku UMKM makanan dan pakaian mahasiswa undip memperkenalkan e-commerce yaitu Go-Food,Grab-food, dan Shopee.

Gojek sendiri sudah menggandeng lebih dari 120 ribu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan untuk mendorong UMKM digitalisasi Gojek meluncurkan aplikasi GoBiz yakni untuk manajemen usaha UMKM dalam melakukan pesan-antar, mengatur model promosi, hingga pembayaran. Selain Gojek, adapun Grab yang terus memberikan akses teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital untuk para UMKM untuk maju dengan inovasi dan saling menginspirasi untuk dapat bertahan dan bangkit. Dan untuk UMKM pakaian melalui  e-comerce shopee yang telah memberikan fasilitasi dan sorotan kepada UMKM untuk melanjutkan go digital hingga go global.

Untuk memaksimalkan platform e-comerce yang ada maka Desy Febriana Sari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP mengajak go-digital para pelaku UMKM sekitar Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan. Program kerja di bawah bimbingan Dr. Ir. Marry Christiyanto, M.P., I.P.M. ini dilaksankan dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya memanfaatkan e-comerce di masa pandemi ini, mulai dari pembagian brosur untuk memperkenalkan platform tersebut, membuat grup whatsapp para pelaku UMKM untuk saling sharing dan berdiskusi serta melakukan zoom meeting setiap 2 minggu sekali. Setelah memperkenalkan pada pelaku UMKM, Desy juga membantu mendaftarkan para pelaku UMKM agar memiliki akun dan dapat mengakses Gojek,Grab, dan Shopeeseller.

Salah satu dukungan yang dapat dilakukan untuk para UMKM dimasa pandemi ini yaitu saling support dengan membeli produk yang dijual. Dengan adanya digitalisasi memudahkan anda untuk memesan makanan dan pakaian tanpa harus keluar rumah dan tetap menerapkan physical distancing. Serta dapat membantu para UMKM karna produk dagangannya masih laku terjual, dengan begitu mereka bisa kembali memutar penghasilan sebagai modal bagi produk lain yang sudah habis.

Agar mempercepat proses UMKM Go-Digitalisasi maka Desy Febriana Sari ikut turun tangan dengan melakukan Foto produk dan menjelaskan secara detail tentang produk yang akan dijual, termasuk deskripsi produk,keuntungan produk,strategi penentuan harga dan rencana bagaimana produk tersebut dipromosikan secara online menggunakan E-commerce seperti Shopee dan Instagram, serta edukasi mengenai penggunaan social media ini dalam hal pemasaran dan juga penjualan. dan untuk para pelaku UMKM makanan dengan melakukan edukasi mengenai system Food delivery service yitu layanan pesan antar berdasarkan jaringan internet yang dipercaya memberikan titik terang pada kondisi yang rentan ini. Dengan hasil yang diharapkan yaitu terbentuknya strategi pemasaran untuk UMKM pedagang eceran yang lebih efektif dan efisien, terbentuknya cara baru dalam berjualan sehingga para pedagang dapat mendapat jangkauan pasar lebih luas, dan memundahkan masyarakat dalam membeli makanan sehingga berkurangnya intensitas mobilitas warga dan mengurangi risiko penularan COVID-19.

Penulis          : Desy Febriana Sari (Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP 2018)

DPL               : Dr. Ir. Marry Chistiyanto., M.P

Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang

KKN Universitas Diponegoro Tim II Periode 2020/2021